Tentang UMKM di Indonesia

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) dan lapangan kerja domestik. Menurut Indonesia Investments, UMKM menyumbang sedikit di atas 61% total PDB Indonesia dan menyerap sekitar 97% angkatan kerja negara. Selain itu, sekitar 99% usaha di Indonesia masuk dalam kategori UMKM.
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia menghadapi beberapa tantangan, antara lain kesulitan memperoleh dukungan finansial, terbatasnya integrasi ke dalam rantai pasokan global, dan kontribusi yang relatif rendah terhadap kinerja ekspor Indonesia secara keseluruhan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah Indonesia telah melaksanakan berbagai program untuk membantu pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu inisiatif tersebut adalah Aku Bangga Buatan Indonesia yang bertujuan untuk memberikan dukungan kepada UMKM lokal. Terlepas dari berbagai kendala yang mereka hadapi, UKM terus memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia dengan memproduksi barang-barang penting, seperti makanan, yang memenuhi kebutuhan sebagian besar penduduk.

Kriteria UMKM

Di Indonesia, klasifikasi usaha sebagai usaha kecil dan menengah (UKM) ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008. Undang-undang ini menguraikan kriteria klasifikasi UKM sebagai berikut:

1. Usaha Kecil:

  • Aset antara Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta, atau
  • Penjualan antara Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar
  • Jumlah karyawan antara 5 s/d 19 orang

2. Usaha Menengah:

  • Aset antara Rp500 juta sampai dengan Rp10 miliar, atau
  • Penjualan antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar
  • Jumlah karyawan antara 20 hingga 99 orang
    Perlu diketahui bahwa di Indonesia, usaha kecil dan menengah (UKM) harus dimiliki oleh warga negara Indonesia dan dapat berupa badan usaha atau koperasi. Mengklasifikasikan UKM secara akurat sangat penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan serta mendukung langkah-langkah yang memenuhi kebutuhan unik bisnis-bisnis tersebut di negara ini.

Apakah UMKM Memerlukan Akuntansi?

Memang benar, UMKM membutuhkan jasa akuntansi. Akuntansi memainkan peran penting dalam memungkinkan UKM untuk secara efisien menangani sumber daya keuangan mereka, memantau pendapatan dan pengeluaran mereka, mematuhi peraturan perpajakan, dan membuat pilihan bisnis yang tepat. Dengan menjaga praktik akuntansi yang tepat, UKM mendapatkan akses terhadap informasi keuangan penting yang memungkinkan mereka mengevaluasi kinerja mereka, menyusun strategi untuk masa depan, dan menunjukkan stabilitas keuangan mereka kepada calon investor dan pemberi pinjaman. Selain itu, akuntansi membantu UKM dalam menjunjung transparansi dan akuntabilitas, yang merupakan hal mendasar bagi keberlanjutan dan ekspansi jangka panjang mereka.

Apa Akibat Tidak Adanya Akuntansi bagi UMKM

Tidak adanya akuntansi untuk UMKM dapat menimbulkan konsekuensi yang signifikan dan merugikan bagi kesehatan keuangan dan keberlanjutan mereka secara keseluruhan. Berikut beberapa akibatnya:

  1. Terbatasnya Akses terhadap Keuangan
    UMKM yang tidak memiliki pencatatan akuntansi yang baik mungkin kesulitan mendapatkan pinjaman dan pendanaan untuk pertumbuhan dan kebutuhan investasi mereka karena kurangnya kelayakan kredit.
  2. Pengambilan Keputusan yang Diinformasikan
    Dengan tidak adanya praktik akuntansi dasar, keputusan dan operasi sehari-hari dibuat berdasarkan asumsi dan bukan berdasarkan informasi konkrit. Dengan menerapkan prosedur akuntansi yang tepat, bisnis dapat dengan cepat menilai situasi keuangan mereka saat ini, menentukan kas yang tersedia dan apakah utang dan kewajiban mereka lebih besar daripada aset mereka.
  3. Kepatuhan dan Transparansi
    Akuntansi memainkan peran penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas, yang sangat penting bagi keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM dalam jangka panjang.
  4. Kinerja Bisnis
    Praktik akuntansi yang tidak memadai dapat berdampak buruk pada pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM.
  5. Skala Ekonomi dan Reorganisasi
    UKM sering kali menghadapi tantangan karena sistem akuntansi yang tidak memadai, dan dalam beberapa kasus, bahkan mungkin mengalami kegagalan. Penerapan sistem akuntansi yang tepat dapat membantu memitigasi krisis dan mendukung pemulihan UKM yang mengalami kesulitan.
    Ringkasnya, kurangnya akuntansi yang tepat pada UMKM dapat mengakibatkan ketidakstabilan keuangan, terbatasnya akses terhadap pembiayaan, dan kurangnya pengambilan keputusan yang tepat. Faktor-faktor ini sangat penting bagi pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM. Oleh karena itu, sangat penting untuk menerapkan praktik akuntansi yang efektif untuk memastikan keberhasilan UMKM.

Apa Saja Tantangan Akuntansi yang Umum Dihadapi oleh UMKM

UMKM sering menghadapi berbagai tantangan akuntansi yang dapat menghambat pertumbuhan dan keberlanjutannya. Beberapa tantangan akuntansi khas yang dihadapi oleh UMKM meliputi:

  1. Pengelolaan arus kas merupakan tantangan umum bagi UMKM, karena hal ini penting untuk stabilitas keuangan mereka. Arus kas yang tidak mencukupi dapat mengakibatkan kesulitan keuangan dan potensi kegagalan bisnis.
  2. UMKM mungkin menghadapi pengeluaran tak terduga yang dapat membebani sumber daya keuangan dan mengganggu operasional mereka.
  3. UMKM harus siap menghadapi kejadian tak terduga, seperti bencana alam atau krisis ekonomi, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan finansial mereka.
  4. UMKM menghadapi tantangan dalam menghadapi peraturan perpajakan yang rumit dan persyaratan kepatuhan, yang dapat memakan waktu dan sulit untuk dilakukan.
  5. UMKM menghadapi kesulitan dalam melaporkan informasi keuangan mereka secara akurat dan cepat untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, terutama karena terbatasnya sumber daya dan kurangnya keahlian.
  6. Mengarsipkan laporan keuangan kepada pihak berwenang merupakan tugas yang kompleks dan memakan waktu bagi UKM, terutama bagi UMKM yang memiliki sumber daya dan keahlian terbatas.
  7. UMKM menghadapi tantangan dalam beradaptasi terhadap perubahan persyaratan perpajakan dan peraturan karena keterbatasan sumber daya dan kurangnya keahlian.
  8. UMKM sering kali menghadapi kesulitan dalam merekrut dan mempertahankan profesional akuntansi yang terampil, yang dapat berdampak pada pengelolaan dan pelaporan keuangan mereka.
  9. UMKM mungkin tidak memiliki sistem akuntansi yang memadai, sehingga dapat menghambat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan bisnis dan memperoleh pembiayaan.
    Untuk mengatasi tantangan ini, UMKM dapat memanfaatkan teknologi, mendelegasikan layanan akuntansi kepada penyedia eksternal, dan mengalokasikan sumber daya untuk pelatihan dan pengembangan. Hal ini akan membantu meningkatkan praktik akuntansi dan manajemen keuangan mereka.

Pentingnya akuntansi bagi UMKM perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar usahanya dapat dikelola dengan baik. Hal ini perlu disampaikan kepada calon-calon wirausaha muda yang akan lulus SMK. Untuk itu Politeknik NSC Surabaya bersama SMKN1 Duduk Sampeyan Gresik menyelenggarakan kegiatan pelatihan bersama dengan tema Accounting for UMKM and Online Shop pada tanggal 30 November 2023 bertempat di SMKN 1 Duduk Sampeyan Gresik. Pemateri pelatihan ini adalah Yustin Nur Faizah, S.Tr. Ak., M.Ak., Ak. dosen program studi diploma 3 Akuntansi NSC.

Semoga kegiatan ini bermanfaat.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *