{"id":852,"date":"2013-04-01T04:38:00","date_gmt":"2013-04-01T04:38:00","guid":{"rendered":"http:\/\/politekniknscsurabaya.wordpress.com\/2013\/04\/01\/usaha-transportasi"},"modified":"2013-04-01T04:38:00","modified_gmt":"2013-04-01T04:38:00","slug":"usaha-transportasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/2013\/04\/01\/usaha-transportasi\/","title":{"rendered":"USAHA TRANSPORTASI"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align:justify;\">Transportasi memiliki posisi yang penting dan strategis dalam pembangunan bangsa untuk mencapai tujuan pembangunan nasional dan tercermin pada kebutuhan mobilitas seluruh sektor dan wilayah. Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian, memperkukuh persatuan dan kesatuan serta mempengaruhi semua aspek kehidupan bangsa dan negara. Pentingnya transportasi terlihat dari semakin meningkat kebutuhan jasa angkutan bagi mobilitas orang dan barang dari daerah tertentu ke seluruh pelosok Tanah Air, bahkan dari tempat tertentu ke luar negeri.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Mengacu pada definisi pariwisata <i>tourism is a temporary movement of people from one place to another <\/i>berarti keberadaan industri transportasi sangat penting dengan mempertimbangkan bahwa perjalanan wisata menyangkut mobilitas manusia dari satu tempat ke tempat lain. Dalam perkembangannya, fungsi alat transportasi bukan hanya sebagai sarana mobilitas melainkan juga sebagai atraksi wisata (<i>part of leisure<\/i>).<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Pengertian transportasi adalah <i>the means to reach the destination and also means of movement at the<\/i> <i>destination<\/i> yang artinya fungsi transportasi sebagai alat untuk mencapai daerah tujuan wisata dan alat bergerak selama berada di daerah tujuan wisata tersebut.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Faktor-faktor yang sebaiknya dipertimbangkan dalam pemilihan jenis transportasi yang digunakan adalah sebagai berikut :<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">a. Waktu dan jarak (<i>time and leisure)<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">b. Biaya transportasi<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">c. Pembangunan prasarana dan sistem transportasi<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">d. Aksesbilitas dan kenyaman<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Angkutan pariwisata merupakan angkutan dengan menggunakan mobil bus umum yang dilengkapi dengan tanda-tanda khusus, untuk mengangkut wisatawan ke dan dari daerah tujuan wisata<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Transportasi wisata membutuhkan beberapa elemen dasar sistem transportasi wisata sebagai berikut&nbsp; :<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">1) Jalan (<i>the way<\/i>)<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">2) Terminal<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">3) Unit angkutan (<i>carrying unit<\/i>)<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">4) Tenaga penggerak (<i>the motive power<\/i>)<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b>TRANSPORTASI UDARA<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Transportasi udara memiliki karakteristik :<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">1) cepat dan nyaman<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">2) menjangkau jarak yang jauh<b> <\/b>(<i>short haul, medium haul<\/i> dan <i>long haul<\/i>) <b><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">3) mampu mengangkut penumpang dan barang (cargo)<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">4) membutuhkan perawatan, khususnya untuk pesawat udara, dan<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">5) teknologi canggih<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Jenis penerbangan dibagi menjadi dua bagian, yaitu penerbangan terjadwal dan penerbangan <i>charte<\/i> (sewa)<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Penerbangan terjadwal menawatkan penerbangan yang memberi perhatian, pada :<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">a. keamanan dan keselamatan<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">b. Kenyaman<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">c. ketepatan waktu (<i>on time performance<\/i>)<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">d. Menarik banyak penumpang untuk perjalanan bisnis atau berlibur yang menuntut kecepatan penebangan,<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp; &nbsp; m<b>e<\/b>miliki fleksibilitas<b> <\/b>dalam pemilihan jam penerbangan, pelayanan di darat (<i>ground service<\/i>) atau<b>&nbsp;<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/b>pelayanan di udara (<i>inflight service<\/i>) tergantung dari lama dan jarak terbang serta class of<b>&nbsp;<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/b><i>service<\/i> (<i>economy, executive, business<\/i>)<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Fenomena perkembangan penerbangan nasional di Indonesia terjadi dengan munculnya konsep <i>low cost carrier<\/i> yang disebut LCC (<i>budget airlines <\/i>atau <i>no frills flight; <\/i>tanpa makanan atau juga <i>discounter carrier<\/i>). LCC merupakan redefinisi bisnis jasa angkutan udara menuju pelayanan yang serba efisien, sederhana dan ringkas. Kecuali soal yang menyangkut <i>safety, <\/i>apapun yang hemat dapat diterapkan.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">LCC memiliki ciri-ciri sebagai berikut :<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">1) Menghilangkan sistem lembaran tiket dan diganti dengan selembar <i>flight coupon<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">2) Mereduksi penyajian makanan atau dihilangkan atau makanan yang ada bukan hanya diperdagangkan di<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; udara, melainkan juga meniadakan hiburan penerbangan seperti film atau musik<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">3) Tiket dijual <i>subclass<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">4)<i> <\/i>Memakai stu jenis pesawat untuk meningkatkan utilisasi dan menekan biaya pelatihan serta perawatan&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp; &nbsp; pesawat<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">5) Menggunakan bandara sekunder ang berbiaya murah dan masih belum begitu padat<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">6) Penerapan pola penerbangan <i>point to point<\/i>. Mempermudah penetapan tingkat harga yang dilepas di<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; pasar<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">7) Diterapkannya <i>outsourching <\/i>dan karyawan kontrak terhadap SDM nonvital, termasuk pekerjaan <i>ground<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><i>&nbsp; &nbsp; handling<\/i> pesawat di bandar udara<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">8) Condong kepada penjualan langsung melalui internet ketimbang lewat agen untuk menghilangkan&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <i>commision fee<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><i>&nbsp;<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b>TRANPORTASI&nbsp;<\/b><b> AIR<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Karakteristik dari transportasi air adalah :<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">1) mampu mencapai pulau-pulau kecil, terutama yang tidak dapat dicapai oleh alat transportasi lain<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">2) menggunakan sumber daya alam (perairan)<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">3) harga relatif murah<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">4) investasi relatif tinggi (pembelian kapal, pemeliharaan, perawatan), dan<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">5) mampu mengangkut banyak penumpang dan barang<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp;&nbsp; <\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Untuk kapal-kapal yang beroperasi di air dapat diklasifikasikan berdasarkan :<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">a. mesin<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp;&nbsp; M.S. = <i>Machine Ship<\/i> atau Kapal Motor (KM)<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp;&nbsp; S.S.&nbsp; = <i>Steam Ship <\/i>atau Kapal Tenaga Uap (KTU)<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">b. barang yang diangkut<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; &#8211; Kapal barang atau <i>Cargo Ship<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b>&nbsp; &nbsp; &#8211; <\/b>Kapal<b> <\/b>penumpang atau <i>Passager Ship<\/i><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b>&nbsp; &nbsp; &#8211; <\/b>Kapal<b> <\/b>tanker ataukapal untuk membawa minyak<b><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">c. Operasi<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp; &nbsp; 1. Jalur reguler terdiri dari jalur internasional, yaitu pelayaran lintas batas negara, seperti <i>Star Cruise,<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Costa Cruise, Norwegian Cruise Lines, Hollan America Lines,<\/i>dan pelayaran antar pulau (kapal<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><i> &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<\/i> penumpang dalam negeri seperti<i> <\/i>yang dioperasikan oleh<i> <\/i>PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/b>yaitu KM Kambuna, KM Kerinci, KM Rinjani) sert feri.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp; &nbsp; 2. Pelayaran borongan adalah kapal-kapal yang biasa digunakan untuk berpesiar atau sebutan lain sebagai<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <i>cruise ship<\/i><b> <\/b>(kapal pesiar) atau <i>floating hotel<\/i><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b>TRANPORTASI DARAT<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Para penumpang menggunakan moda transportasi darat bukan hanya untuk mencapai tempat wisata, melainkan juga selama berada di tempat wisata tersebut.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><b> <\/b>Keuntungan dari moda transportasi darat adalah sebagai berikut :<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">1. Fleksibel dari rumah ke rumah, pintu ke pintu <i>door to door<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">2. Kenyaman pribadi, berkendaraan sambil menikmati pemandangan alam<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">3. Rute terkendali, penumpang dapat menentukan waktu dan titik persinggahan kesukaannya<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">4. Kendaraan dapat mencapai daerah yang sulit dijangkau dengan alat transportasi lain<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">5. Termasuk alat angkutan termurah dibandingkan dengan dua alat angkutan sebelumnya<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Beberapa jenis angkutan darat, yaitu angkatan di jalan raya dan angkutan menggunakan rel. Angkutan jalan raya diantaranya kendaraan sewa, seperti TRAC (<i>Toyota Rent A Car<\/i>), Blue Bird Group, <i>AVIS, <\/i>budget<i>; <\/i>bus, misalnya White House, HIBA Utama, Blue<i> <\/i>Bird; taksi, seperti Silver Bird, Express, Taxi Cab, kendaraan tradisional, seperti, dokar, atau delman, becak, ricksaw. Sepeda motor merupakan moda transportasi darat yang berkembang pesat. Kota, seperti Denpasar dan Yogyakarta menyediakan pelayanan penyewaan sepeda motor.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Angkutan darat menggunakan rel diantaranya, kereta api berlokomotif, seperti yang ditawarkan oleh PT Kereta Api Indonesia, kereta wisata seperti Orient Express, yaitu kereta api mewah menghubungkan kota-kota di Eropa (Venicia, Paris, Budapes, Praha, Istanbul), dan kota-kota di Asia (Thailand, Singapura, Malaysia dan Laos) serta kereta cepat, misalnya :<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">a. Bullet Train (kereta peluru)atau Shinkasen di Jepang dengan kecepatan 300 km per jam<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">b. TGV (<i>train a grande vitesse<\/i>) di Perancis, yang berarti kereta kecepatan tinggi menghubungkan negara&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jerman, Belanda, Belgia<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">c. Eurostar adalah kereta api cepat yang menghubungkan Inggris, Perancis dan Belgia melalui terowongan&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; bawah air di Selat Inggris<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Trem merupakan kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota, dengan trem yang berselang waktu 5-10 menit berangkat merupakan solusi untuk kemacetan. Mobil pertama muncul di Shanghai pada permulaan abad ke-20. Ketika itu, trem mulai beroperasi. Secara resmi trem milik pengusaha Cina mulai beroperasi pada 11 Agustus 191, Trem-trem itu menjadi pengangkut penumpang paling penting bagi masyarakat di kota Shanghai. Di dunia, trem yang lebih terkenal utamanya di San Fransisco.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Transportasi memiliki posisi yang penting dan strategis dalam pembangunan bangsa untuk mencapai tujuan pembangunan nasional [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-852","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=852"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/852\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}