{"id":597,"date":"2013-04-17T06:41:00","date_gmt":"2013-04-17T06:41:00","guid":{"rendered":"http:\/\/politekniknscsurabaya.wordpress.com\/2013\/04\/17\/persepsi-mahasiswa-politeknik-terhadap-pembentukan-sdm-berkarakter-yang-kompetitif-di-dunia-kerja"},"modified":"2013-04-17T06:41:00","modified_gmt":"2013-04-17T06:41:00","slug":"persepsi-mahasiswa-politeknik-terhadap-pembentukan-sdm-berkarakter-yang-kompetitif-di-dunia-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/2013\/04\/17\/persepsi-mahasiswa-politeknik-terhadap-pembentukan-sdm-berkarakter-yang-kompetitif-di-dunia-kerja\/","title":{"rendered":"Persepsi Mahasiswa Politeknik Terhadap Pembentukan SDM Berkarakter Yang Kompetitif Di Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p><!--[if gte mso 9]&gt;   Normal  0                      false  false  false    IN  X-NONE  X-NONE                                       MicrosoftInternetExplorer4                                     &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                                                                                                                                                                    &lt;![endif]--><!--[if gte mso 10]&gt; \/* Style Definitions *\/  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:\"Table Normal\";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:\"\";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:\"Calibri\",\"sans-serif\";  mso-bidi-font-family:\"Times New Roman\";} &lt;![endif]--> <\/p>\n<p><b><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">&nbsp;<\/span><\/b> <\/p>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpLast\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.25pt;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><b><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>A.<span style=\"font:7pt &quot;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><\/b><b><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Latar Belakang<\/span><\/b><b><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;\">P<span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">endidikan tinggi di Indonesia terdiri dari dua jalur pendidikan, yaitu: pendidikan akademik dan pendidikan profesioanal\/vokasi. Pendidikan akademik diselenggarakan oleh Sekolah Tingggi, Institut, Universitas. Sedangkan pendidikan professional\/vokasi diselenggarakan oleh Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, dan Institut.. Membeli sebuah produk sama halnya seperti calon mahasiswa memilih sebuah perguruan tinggi. Keduanya akan melibatkan proses pengambilan keputusan <span>&nbsp;<\/span>mulai dari penetapan <span>&nbsp;<\/span>tujuan, <span>&nbsp;<\/span>mengembangkan alternatif dan menentukan pilihan yang terbaik. Dalam memilih perguruan tinggi, pada dasarnya terdapat unsur-unsur emosional yang berperan akan tetapi rasionalitas yang obyektif lebih banyak berbicara mengingat memilih perguruan tinggi mengandung konsekuensi jangka panjang dan pengorbanan yang cukup besar mulai dari dana, waktu, dan kesiapan mental dari calon mahasiswa.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Tantangan dunia kerja dengan kompetensi kerja yang makin tinggi seiring kemajuan teknologi dan dinamika tempat kerja menuntut institusi pendidikan vokasi mampu mengantisipasi dan menghadapi perubahan yang terjadi dengan <span>&nbsp;<\/span>memanfaatkan berbagai kapabilitas yang ada. Institusi pendidikan vokasi sebagai penyiap dan penyedia calon tenaga kerja, harus dapat memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki dan jaringan sumber-sumber kemitraan dengan pihak luar secara efektif, untuk akumulasi sumber daya penyelenggaraan.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span>Menjawab tantangan tersebut diharapkan lulusan politeknik memiliki bekal ketrampilan yang cukup untuk langsung masuk dunia perusahaan dan siap bekerja, dikarenakan di Politeknik diajarkan ilmu-ilmu produktif secara rinci dan detail tentang materi kejuruan di bidang-bidang yang telah dipilihnya yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\"><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpFirst\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;text-indent:-21.3pt;\"><b><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>B.<span style=\"font:7pt &quot;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><\/b><b><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Pembahasan<\/span><\/b><b><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Perubahan<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"> <\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>&nbsp;<\/span>tuntutan masyarakat dan<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"> <\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>&nbsp;<\/span>stakeholders terhadap lulusan perguruan tinggi bukan hanya terbatas pada kemampuan secara akademis tetapi juga menuntut tingkat profesionalisme <i>(knowledge, hard skills, dan soft skills) <\/i>yang semakin tinggi. Guna menjawab semua tantangan tersebut maka saat sekarang banyak pendidikan <\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">vokasi<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"> dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga pada akhirnya menjurus pada keahlian yang dimiliki oleh seorang calon pekerja.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpLast\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Pengembangan pendidikan <\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">vokasi<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">dan keahlian atau politeknik dimaksudkan untuk memperkuat peran pendidikan tinggi untuk dapat berkontribusi dalam meningkatkan daya saing Indonesia dalam percaturan global dan menunjang pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan menuju ke pengurangan kemiskinan dan berorientasi pemerataan gender, sosial, dan geografis. Adapun tujuan yang lebih tinggi dalam rangka meningkatkan relevansi sistem pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri dan masyarakat pengguna lulusan sehingga akan tercipta jaringan kerja antara lembaga pendidikan tinggi, unit pelatihan, industri, dan masyarakat.<\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:35.45pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Adapun karak-teristik Pendidikan Politeknik dan Proses Pembelajaran didasarkan atas kebutuhan tenaga kerja di dunia industri dunia usaha. Politeknik sebagai lembaga vokasi dengan program Diploma berorientasi menyediakan calon pekerja yang memiliki ketrampilan dan kompetensi cukup tinggi dan siap untuk langsung terjun di tempat kerja.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Pendidikan karakter adalah usaha yang dilakukan secara individu dan sosial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan kebebasan individu itu sendiri (Koesoema, 2007;194). Pendidikan karakter harus bersifat membebaskan, alasannya dalam<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"> <\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>&nbsp;<\/span>kebebasan<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"> <\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>&nbsp;<\/span>individu \u201cdapat menghayati kebebasannya sehingga ia dapat bertanggung jawab atas pertumbuhan dirinya sendiri sebagai pribadi dan perkembangan orang lain dalam hidup mereka\u201d (Koesoema 2007;123).<\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;text-align:justify;text-indent:35.45pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Untuk mendapatkan lulusan pendidikan vokasi yang mampu berkiprah di masyarakat secara optimal, maka selain diberikan pendidikan yang bersifat akademis, pendidikan karakter pun sangat diperlukan. Berdasarkan penelitian di Institut Bisnis Manajemen (IBM) menunjukkan, bahwa kualitas manusia ditentukan oleh 90 persen sikap (<i>attitude<\/i>) dalam menghadapi masalah. Sedangkan sisanya 10 persen ditentukan oleh kemampuan <span>&nbsp;<\/span>ilmunya (<i>knowledge). <\/i>Membangun sikap yang positif, <span>&nbsp;<\/span>proaktif dan progresif jelas membutuhkan pendidikan karakter. Selain karakter: bermoral, jujur, adil, <span>&nbsp;<\/span>sosial, karakter pada pendidikan vokasi menurut Medhat (2008:23). <span>&nbsp;<\/span>meliputi:<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;\"><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>1.<span style=\"font:7pt &quot;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><\/i><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>&nbsp;&nbsp;<\/span>Employability<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;text-align:justify;text-indent:-7.1pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>&nbsp;<\/span><\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>&nbsp;<\/span><\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Employability adalah kemampuan kerja. \u201c<\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Kerja mengacu pada kemampuan<\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"> <\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">seseorang <span>&nbsp;&nbsp;<\/span>untuk mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan (Hillage dan Pollard<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">;<\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">1998)<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">\u201d<\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.25pt;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>2.<span style=\"font:7pt &quot;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><\/i><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Soft skill<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;text-align:justify;\"><span class=\"hps\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Soft skill<\/span><\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"> merupakan<span class=\"hps\"> istilah<\/span> <span class=\"hps\">sosiologis<\/span> <span class=\"hps\">yang berkaitan dengan<\/span> <span class=\"hps\">seseorang<\/span> <span class=\"hps\">&#8220;<\/span>EQ<span class=\"atn\">&#8220;(<\/span>Intelligence Quotient <span class=\"hps\">Emosional<\/span>), cluster <span class=\"hps\">karakter kepribadian,<\/span> <span class=\"hps\">rahmat<\/span> <span class=\"hps\">sosial, komunikasi<\/span>, bahasa, kebiasaan <span class=\"hps\">pribadi,<\/span> <span class=\"hps\">keramahan,<\/span> <span class=\"hps\">dan optimisme<\/span> <span class=\"hps\">yang menjadi ciri<\/span> <span class=\"hps\">hubungan dengan orang lain. Soft skill melengkapi<\/span> <span class=\"hps\">hard skill<\/span> <span class=\"hps\">(bagian dari<\/span> <span class=\"hps\">IQ seseorang<\/span>), yang merupakan <span class=\"hps\">persyaratan<\/span> <span class=\"hps\">kerja<\/span> <span class=\"hps\">dari<\/span><span class=\"hps\">pekerjaan.<\/span> <span class=\"hps\">Soft skill<\/span> <span class=\"hps\">adalah atribut<\/span> <span class=\"hps\">pribadi<\/span> <span class=\"hps\">yang meningkatkan<\/span> <span class=\"hps\">interaksi<\/span> <span class=\"hps\">individu,<\/span><span class=\"hps\">kinerja dan<\/span> <span class=\"hps\">prospek karir.<\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.25pt;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>3.<span style=\"font:7pt &quot;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><\/i><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Generic skill<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.25pt;text-align:justify;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Pengetahuan umum yang harus dikuasai secara umumnya oleh calon pekerjaan yang akan memasuki dunia kerja, seperti attitude, team kerja, motivasi.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.25pt;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>4.<span style=\"font:7pt &quot;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><\/i><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Adaptability<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;text-align:justify;text-indent:-3.3pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>&nbsp;<\/span>Kemampuan beradaptasi adalah fitur dari suatu sistem atau suatu proses. Menurut Andresen dan Gronau, kemampuan beradaptasi di bidang manajemen organisasi pada umumnya dapat dilihat sebagai kemampuan untuk mengubah sesuatu atau diri sendiri agar sesuai dengan perubahan yang terjadi. Dalam ekologi, kemampuan beradaptasi telah digambarkan sebagai kemampuan untuk mengatasi berbagai gangguan yang tak terduga di lingkungan. <\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.25pt;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>5.<span style=\"font:7pt &quot;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><\/i><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Flexibility<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.25pt;text-align:justify;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Kemampuan seseorang untuk selalu bersikap dan bertindak sesuai dengan tuntutan dunia kerja dan aturan-aturan perusahaan tanpa melupakan hak dan kewajiaban yang dimiliki<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.25pt;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>6.<span style=\"font:7pt &quot;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><\/i><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Nouse<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin-left:21.3pt;text-align:justify;\"><span class=\"hps\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Nouse<\/span><\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">berasal dari bahasa <span class=\"hps\">Yunani kuno, yaitu:<\/span> <i>(<span class=\"hps\">nous<\/span>)<\/i> akal <span class=\"hps\">makna,<\/span> <span class=\"hps\">atau<\/span> <span class=\"hps\">akal sehat. Dengan demikian disimpulkan bahwa seseorang karyawan itu harus dapat bertindak, berpikir cerdas dalam menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan.<\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;\"><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\"><span>7.<span style=\"font:7pt &quot;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><\/i><i><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Creativity<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;text-align:justify;text-indent:-3.3pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Kreativitas mengacu pada fenomena dimana seseorang menciptakan sesuatu yang baru (produk, solusi, karya seni, karya sastra, lelucon, dll) yang memiliki beberapa jenis nilai. Apa yang dianggap sebagai &#8220;baru&#8221; mungkin mengacu pada pencipta individu, atau masyarakat atau domain di mana baru terjadi. Apa yang dianggap sebagai &#8220;berharga&#8221; juga sama didefinisikan dalam berbagai cara.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin-bottom:.0001pt;\"><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:35.45pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Pengembangan proses pembelajaran dengan berbagai pendekatan harus dilakukan oleh para pengelola pendidikan vokasi dan perusahaan agar kualitas lulusannya sesuai tuntutan dunia kerja. Baik kualitas akademik maupun kualitas karakternya.Tantangan dunia kerja dengan kompetensi kerja dan karakter unggul yang makin tinggi seiring kemajuan teknologi dan dinamika tempat kerja menuntut institusi pendidikan vokasi mampu mengantisipasi dan menghadapi perubahan yang terjadi dengan memanfaatkan berbagai kapabilitas di kampus. maupun di industri sebagai mitra kerjasama. <\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Institusi pendidikan vokasi tidak bisa hanya menyelenggarakan pembelajaran yang bersifat <i>school-based learning <\/i>saja, Namun juga harus <i>work-based learning <\/i>guna mempersiapkan para lulusannya untuk bekerja. <\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:35.45pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Dimana pada penelitian Widowati (2009) diketemukan bahwa faktor \u201cProspek\u201d yang terdiri dari keluaran dari politeknik dapat menembus persaingan kerja yang ketat, terbuka peluang mendapatkan gaji yang layak, dapat memiliki jenjang karir yang bagus pada suatu perusahaan, handal dibidangnya tetapi juga handal dalam<span>&nbsp; <\/span>membaca peluang bisnis, adanya pengakuan dari dunia usaha dunia industri, banyak dunia usaha dan dunia indutri memanfaatkan <i>output<\/i> politeknik dalam merekrut calon karyawan, kebanggaan sebagai alumni dengan spesialisasi pekerjaan yang tidak dimiliki oleh alumni S1, politeknik sebagai perguruan tinggi vokasi spesialisasi pencetak lulusan siap kerja, mencetak SDM terampil siap kerja melalui program sertifikasi.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:35.45pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Apabila penemuan tersebut dihubungkan dengan pendidikan karakter yang meliputi <i>employability, soft skill, generic skill, adaptability, flexibility, nouse, <\/i>dan<i> creativity <\/i>maka pendidikan politeknik telah benar-benar melakukan pembentukan karakter kepada mahasiswa-mahasiswa melalui kurikulum yang berbasis praktikal dengan muatan 60% praktik dan 40% teori disamping penempatan kerja praktik kerja lapangan di dunia kerja yang muatan jam pertemuannya lebih besar. <\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:35.45pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">Sehingga diharapkan dengan penempatan praktek kerja lapangan sebagai pembentukan karakter yang kompetitif di dunia kerja,<span>&nbsp; <\/span>dapat melihat:<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 14.2pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">1.<span>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span>Kemampuan mahasiswa sebagai calon karyawan yang handal (<i>employability)<\/i> <\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;text-align:justify;text-indent:-21.95pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">2.<span>&nbsp; <\/span>Memiliki ketahanan dalam<span>&nbsp; <\/span>tekanan kerja, dapat bekerja sama, mempunyai jiwa kepemimpinan, kejujuran (<i>soft skill)<\/i><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">3.<span>&nbsp;&nbsp; <\/span>Memiliki kemampuan umum diluar spesialisasi yang dimilikinya yang menunjang pekerjaannya (<i>generic skill)<\/i><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">4.<span>&nbsp;&nbsp; <\/span>Dapat dengan mudah beradaptasi dalam dunia kerja, lingkungan, dan pekerjaan itu sendiri <i>(adaptable)<\/i><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">5.<span>&nbsp;&nbsp; <\/span>Dapat menyesuaikan dengan<i> <\/i>sistem kerja, aturan-aturan, dan bersifat tidak kaku <i>(flexibility)<\/i><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">6. Menpunyai inisitiatif dalam bekerja, dan menyelesaikan tugas-tugas diluar pekerjaan, dan selalu berinovatif dalam bekerja secara efektif dan efisien <i>(nouse)<\/i><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;\"><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:150%;\">7. Selalu mengembangkan<span>&nbsp; <\/span>kreatifitas dalam penyelesaian tugas-tugas yang dibebankan <i>(creativitas)<\/i><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; A.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Latar Belakang Pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari dua jalur pendidikan, yaitu: pendidikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-597","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=597"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}