{"id":580,"date":"2013-04-04T03:45:00","date_gmt":"2013-04-04T03:45:00","guid":{"rendered":"http:\/\/politekniknscsurabaya.wordpress.com\/2013\/04\/04\/faktor-faktor-yang-menjadi-pertimbangan-mahasiswa-dalam-memilih-jenjang-pendidikan-politeknik"},"modified":"2013-04-04T03:45:00","modified_gmt":"2013-04-04T03:45:00","slug":"faktor-faktor-yang-menjadi-pertimbangan-mahasiswa-dalam-memilih-jenjang-pendidikan-politeknik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/2013\/04\/04\/faktor-faktor-yang-menjadi-pertimbangan-mahasiswa-dalam-memilih-jenjang-pendidikan-politeknik\/","title":{"rendered":"faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam memilih jenjang pendidikan Politeknik"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:left;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:14pt;line-height:115%;\">FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI PERTIMBANGAN MAHASISWA DALAMMEMILIH JENJANG PENDIDIKAN POLITEKNIK<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\"><\/div>\n<div class=\"MsoBodyTextFirstIndent\" style=\"margin-bottom:.0001pt;margin-bottom:0;text-align:justify;text-indent:36pt;\"><span lang=\"EN-US\">Struktur pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari 2 jalur pendidikan, yaitu: pendidikan akademik dan pendidikan profesioanl.&nbsp; Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangannya, dan lebih mengutamakan peningkatan mutu serta memperluas wawasan ilmu pengetahuan. Pendidikan akademik diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas.&nbsp; Pendidikan professional adalah pendidikan tinggi <\/span><\/div>\n<div class=\"MsoBodyTextFirstIndent\" style=\"margin-bottom:.0001pt;margin-bottom:0;text-align:justify;text-indent:0;\"><span lang=\"EN-US\">yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu, serta mengutamakan peningkatan kemampuan\/ketrampilan kerja atau menekankan pada aplikasi ilmu dan tehnologi. Pendidikan professional ini diselenggarakan oleh Akademi, Politeknik, Sekolah tinggi, Institute, dan Universitas.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoBodyTextFirstIndent\" style=\"margin-bottom:.0001pt;margin-bottom:0;text-align:justify;text-indent:36pt;\"><span lang=\"EN-US\">Adapun lulusan pendidikan akademik akan memperoleh gelar akademik dan diselenggarakan melalui program Sarjana (S1 \u2013 Strata 1) atau program Pasca Sarjana yang meliputi program Magister dan Program Doktor (S2 dan S3), sedangkan pendidikan jalur professional menghasilkan lulusan yang memperoleh sebutan professional yang diselenggarakan melalui program diploma (D1, D2, D3, D4) atau Spesialis (Sp1, Sp2)<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:.0001pt;margin-bottom:0;text-align:justify;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:115%;\">Lulusan politeknik memiliki bekal ketrampilan yang cukup untuk lansung masuk dunia industri\/perusahaan dan bekerja, dikarenakan di politeknik diajarkan ilmu-ilmu produktif secara rinci dan detail tentang materi kejuruan dibidang-bidang yang telah dipilihnya yang disesuaikan dengan kebutuhan industri\/perusahaan.&nbsp; Disamping skill\/ketrampilan, mental kerja, dan kemampuan fisik yang dimiliki.&nbsp; Dan tren yang sedang berkembang saat ini perusahaan banyak memilih dan berminat&nbsp; merekrut karyawannya dari mahasiswa\/mahasiswi yang melakukan magang\/On Job Training di perusahaan tersebut,&nbsp; dikarenakan perusahaan sudah mengetahui kualitas kerja selama magang baik dari segi ketrampilan, mental kerja, dan perusahaan tidak perlu melakukan training lagi.&nbsp; Pada waktu ini dan di banyak negara, orang mengharapkan banyak sekali dari pendidikan profesional dan para mahasiswa mengharapkan jaminan akan akses ke pasaran kerja dan keberhasilan di dalam pekerjaannya dan perusahaan-perusahaan mengharapkan karyawan yang terampil, fleksibel dan efisien, serta komunitas mengharapkan daya saing bertambah, pengadaan lowongan kerja dan kemakmuran. Pendidikan profesioanl harus bisa diandalkan dan mencakup bidang yang luas, fleksibel dan dinamis, berorientasi pada pasaran kerja dan membantu pengembangan pribadi seseorang.<\/span><span style=\"font-family:&quot;font-size:12pt;line-height:115%;\"><\/span><\/div>\n<div style=\"margin:0;text-align:justify;text-indent:36pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Keunggulan-keunggulan pendidikan politeknik yang membedakan dengan jenjang pendidikan yang lain:<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 .0001pt 36pt;\"><!--[if !supportLists]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">1.<span style=\"font-size:7pt;font-style:normal;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/i><\/strong><!--[endif]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Intensive class with mentoring<\/span><\/i><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Jumlah mahasiswa dibatasi maksimun 30 orang setiap kelas, sehingga memudahkan proses belajar mengajar dan interaksi antar mahasiswa dan pengajar.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 .0001pt 36pt;\"><!--[if !supportLists]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">2.<span style=\"font-size:7pt;font-style:normal;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/i><\/strong><!--[endif]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Management laboratory <\/span><\/i><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Merupakan sarana mempraktekkan teori yang telah didapat dalam mata kuliah tertentu, membuat mahasiswa terlatih untuk mengambil sebuah keputusan dan menyelesaikan suatu permasalahan bisnis.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 .0001pt 36pt;\"><!--[if !supportLists]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">3.<span style=\"font-size:7pt;font-style:normal;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/i><\/strong><!--[endif]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Spesifix and up to date subject<\/span><\/i><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Mata kuliah kekhasan \u201c<i>entrepreneurship<\/i>\u201d untuk wirausaha, dan didukung mata kuliah major, minor, dan aplikasi keahlian, memungkinkan mahasiswa mendalami bidang fungsional sesuai kebutuhan dan minatnya.&nbsp; Mata kuliah dirancang secara mendalam dan actual mengikuti kebutuhan perusahaan dan mahasiswa.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 .0001pt 36pt;\"><!--[if !supportLists]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">4.<span style=\"font-size:7pt;font-style:normal;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/i><\/strong><!--[endif]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Comprehendice curriculum<\/span><\/i><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dirancang tidak hanya menitikberatkan pada <i>hard competence<\/i>, namun memberikan perhatian besar dalam upaya membangun <i>soft competence<\/i>. (PPM; 2007)<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Secara keseluruhan kurikulum yang ada di politeknik dirancang melalui proses pembelajaran berkesinambungan agar dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mensinergikan antara pendalaman konseptual, pengasahan kompetensi dan pengalaman praktek, karena diharapkan <i>output<\/i>politeknik menjadi <i>middle manager<\/i>yang <i>smart and resilient.&nbsp; <\/i>Yang harus dimiliki untuk menjadi <i>smart and resilient<\/i> :<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:0 0 .0001pt 26.9pt;\"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">&#8211;<span style=\"font-size:7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/strong><!--[endif]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Knowledge and information skill <\/span><\/i><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 27pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Pembekalan seluruh keilmuan yang berwawasan dan penerapannya, sehingga mahasiswa sanggup menggunakan pengetahuan dan informasi dalam lingkungan terkait maupun organisasi.<\/span><\/strong><strong><span style=\"font-weight:normal;\"><\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"margin:0;text-align:justify;text-indent:9.05pt;\"><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">&#8211;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Skill dan competency<\/span><\/i><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 26.95pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Pengembangan keahlian khusus secara spesifik sehingga mahasiswa mampu menganalisis permasalahan secara komprehensif dan mengembangkan alternative solusi yang sesuai.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-26.95pt;margin:0 0 .0001pt 36pt;\"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">&#8211;<span style=\"font-size:7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/strong><!--[endif]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Behavior<\/span><\/i><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 26.95pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Pengembangan keterampilan diri meliputi keterampilan personal dan interpersonal yang mengacu pada nilai-nilai luhur dan mempertimbangkan seluruh aspek dalam kaitannya dengan pengambilan suatu keputusan..<\/span><\/strong><\/div>\n<div class=\"MsoBodyTextFirstIndent\" style=\"text-align:justify;text-indent:0;\"><\/div>\n<div class=\"MsoBodyTextFirstIndent\" style=\"text-align:justify;text-indent:0;\"><b><span lang=\"EN-US\">Metode Perkuliahan<\/span><\/b><\/div>\n<div style=\"margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Metode pembelajaran yang diterapkan di politeknik:<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-26.95pt;margin:0 0 .0001pt 26.95pt;\"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">1.<span style=\"font-size:7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/strong><!--[endif]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Participative<\/span><\/i><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Merupakan metode yang digunakan selama sesi pembelajaran, dimana pengajar merupakan merupakan mitra dalam belajar.&nbsp; Kegiatan belajar berorientasi pada pembahasan teori dan kasus yang memaksimalkan partisipasi mahasiswa dengan titik berat penerapan serta penyelesaian masalah.&nbsp; Desain kurikulum dirancang dengan perimbangan muatan konsep\/teori sebesar 30% dan praktek 70%.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 .0001pt 36pt;\"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">2.<span style=\"font-size:7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/strong><!--[endif]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Cases method<\/span><\/i><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Digunakan sebagai sarana latihan untuk mendekatkan antara konsep dengan praktek nyata melalui pembahasan kasus sehingga mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai&nbsp; kondisi riil dunia kerja<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 .0001pt 36pt;\"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">3.<span style=\"font-size:7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/strong><!--[endif]--><strong><i><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Role play<\/span><\/i><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Memainkan peran tertentu dalam suatu situasi perusahaan akan membantu peserta melakukan pembahasan dan analisis kasus sekaligus mencari penyelesaian terhadap masalah yang ada.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">4.&nbsp; <i>Discussion, presentation, and team work<\/i><\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Digunakan sebagai media untuk melatih kemampuan berkomunikasi antar mahasiswa serta kemampuan untuk bekerja sama dalam tim.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">5.&nbsp;&nbsp; Guest lecturers<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Praktisi handal yang berpengalaman dibidangnya diundang untuk membagikan pengalaman selama mengorganisir perusahaan.&nbsp; Mahasiswa akan banyak pengalaman dalam menyikapi suatu permasalahan.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">6.&nbsp;&nbsp; Kunjungan perusahaan<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Untuk mengetahui secara pasti bagaimana penerapan dan pelaksanaan praktek di perusahaan dan dilaksanakan pada beberapa mata kuliah tertentu.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">7.&nbsp; Tugas akhir<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Setelah proses perkuliahan selesai, mahasiswa akan membuat karya tulis akhir.&nbsp; Karya tulis akhir dapat mencakup pengetahuan, kemampuan analisis.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">8.&nbsp;&nbsp; Kerja praktek\/ <i>On Job The Training<\/i><\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 5pt 17.85pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Sebelum benar-benar masuk dunia kerja, mahasiswa telah lebih dahulu dibekali dengan kerja praktek di perusahaan-perusahaan agar mahasiswa lebih dalam mengenal dan mengetahui seluk beluk dunia kerja yang benar-benar akan dijalaninya.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">Pembahasan hasil analisis faktor<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"margin:0;text-align:justify;text-indent:36pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Secara umum dari ketiga politeknik (Ubaya, NSC, Sakti) pada bagian interpretasi faktor-faktor baru ini akan diuraikan alasan-alasan mengapa faktor-faktor baru mempengaruhi dan juga dijelaskan ke 42 variabel yang masuk dalam model analisis faktor.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;text-align:justify;text-indent:-71.85pt;margin:0 0 .0001pt 71.85pt;\"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">1.<span style=\"font-size:7pt;line-height:normal;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/strong><!--[endif]--><strong><span lang=\"EN-US\">Faktor prospek<\/span><\/strong><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\"><\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 14,412 dengan prosentase varians sebesar 25,731%, dinamakan faktor prospek. Sekelompok besar mahasiswa memilih masuk politeknik karena ketetarikkan pada dapat menembus persaingan kerja yang ketat, peluang mendapatkan gaji yang layak, memiliki jenjang karir yang bagus, handal dibidangnya tetapi juga handal dalam membaca peluang bisnis, pengakuan DUDI, output politeknik banyak dimanfaatkan DUDI, kebanggaan sebagai alumni, terkenal sebagai perguruan tinggi vokasi, pencetak SDM terampil siap kerja melalui program sertifikasi. Oleh karena semua nilai korelasinya positif diatas 0,5 maka dapat disimpulkan semakin besar nilai dari item-item tersebut maka semakin tinggi minat calon mahasiswa masuk politeknik. <\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">2. Faktor fasilitas pendidikan<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 4,047 dengan prosentase varians sebesar 7,226%, dinamakan faktor fasilitas pendidikan. Menurut pandangan sebagian mahasiswa memilih masuk politeknik dikarenakan fasilitas-fasilitas yang tersedia cukup lengkap meliputi kelas\/ruang, perpustakaan, laboratorium-laboratorium, fasilitas-fasilitas penunjang yang lain seperti lapangan olahraga; kantin; tempat ibadah; dan tempat parkir, Kepuasan atas pelayanan. Nilai korelasi semua item ini positif, maka semakin tinggi nilai item-item ini akan meningkatkan minat untuk masuk politeknik.&nbsp; <\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">3.&nbsp; Faktor kualitas dosen<\/span><\/strong><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">&nbsp; <\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 2,616 dengan prosentase varians sebesar 4,672%, dinamakan faktor kualitas dosen. Sejumlah mahasiswa memilih masuk politeknik disebabkan kualitas dosen dalam mengajar, serta para dosen selalu meningkatkan kualitas dirinya baik dari pendidikan maupun gayamengajar, dan selalu &nbsp;berkomitmen dalam kehadiran dan ketepatan waktu. Ketiga item ini berkorelasi positif dan memiliki nilai signifikan, sehingga kedepan nilai item-item tersebut dipertinggi untuk memacu minat mahasiswa untuk kuliah di politeknik.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">4.&nbsp;&nbsp; Faktor gelar atau sebutan<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;text-indent:-3.3pt;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">&nbsp;<\/span><\/strong><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 2,438 dengan prosentase varians sebesar 4,353%, dinamakan faktor gelar atau sebutan.&nbsp; Sebagian mahasiswa memilih politeknik dikarenakan tidak mempersoalkan gelar atau sebutan yang akan disandangnya, mengerti akan sebutan atau gelar tersebut, dengan gelar atau sebutan memudahkan dalam mencari kerja. Semua item tersebut mempunyai nillai signifikan diatas 0,5.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">5.&nbsp; Faktor kurikulum<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 2,107 dengan prosentase varians sebesar 3,763%, dinamakan faktor kurikulum. Sekelompok calon mahasiswa memilih politeknik karena alasan kurikulumnya sesuai dengan keinginan DUDI, sistem pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning).&nbsp; Kedua item tersebut mempunyai korelasi positif, sehingga kedepannya perlu ditingkatkan untuk menimbulkan ketertarikkan calon mahasiswa melanjutkan pendidikannya ke politeknik.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong>6.&nbsp; <span lang=\"EN-US\">Faktor informasi<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 1,742 dengan prosentase varians sebesar 3,110%, dinamakan faktor informasi. Sekelompok mahasiswa memilih politeknik karena dipengaruhi oleh marketing, guru dan bimbingan belajar, serta informasi yang diakses melalui internet. Ketiga item tersebut bernilai korelasi positif diatas 0,5 maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai item-item tersebut semakin besar minat calon mahasiswa kuliah di politeknik.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">7.&nbsp;&nbsp; Faktor biaya<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 1,579 dengan prosentase varians sebesar 2,820%, dinamakan faktor biaya. Menurut pandangan sebagian mahasiswa masuk di politeknik tanpa mempertimbangkan SPP per semester yang mahal, USP mahal, dan uang bimbingan &amp; ujian TA yang mahal dikarenakan kurikulum di politeknik yang lebih menekankan praktek dibanding teori. Nilai korelasi semua item ini positif.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">8. Faktor cita-cita, minat, dan bakat<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 1,541 dengan prosentase varians sebesar 2,752%, dinamakan faktor cita-cita, minat, dan bakat.&nbsp; Sebagian besar mahasiswa tertarik masuk politeknik dikarenakan sesuai dengan cita-cita;minat;dan bakat, dan keluaran\/<i>output<\/i> politeknik dapat melanjutkan studi ke D4 atau S1. Dapat disimpulkan bahwa item diatas mempunyai nilai positif diatas 0,5 sehingga kedepannya perlunya banyak dilakukan kerjasama dengan perguruan tinggi S1 untuk mahasiswa yang ingin transfer.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">9.&nbsp; Faktor<\/span><\/strong><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\"> <\/span><span lang=\"EN-US\">lokasi<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 1,399 dengan prosentase varians sebesar 2,498%, dinamakan faktor lokasi. Sekelompok mahasiswa memilih politeknik karena alasan lokasi dekat rumah, mudah dijangkau transportasi umum, dan letaknya yang strategis. &nbsp;Lokasi merupakan juga faktor yang harus diperhitungkan, jika dana yang ada terbatas sebaiknya pilihlah lokasi yang dekat dengan tempat tinggal. Dikarenakan kita menempuh pendidikan tersebut tidak hanya dalam hitungan bulan tetapi dalam kurun waktu 3 tahun yang tentunya membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit. Ketiga item tersebut mempunyai korelasi yang signifikan diatas 0,5.<\/span><\/strong><strong><span style=\"font-weight:normal;\"><\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">10.&nbsp; Faktor masa studi <\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 1,307 dengan prosentase varians sebesar 2,335%, dinamakan faktor masa studi. Sebagian mahasiswa memilih politeknik dengan alasan masa studi singkat, dapat memberikan spesialisasi ilmu tertentu, mempunyai bekal kompetensi dalam memasuki dunia kerja. Nilai korelasinya positif maka semakin besar nilai item-item tersebut semakin tinggi minat masuk politeknik.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">11.&nbsp; Faktor status akreditasi<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 1,229 dengan prosentase varians sebesar 2,194%, dinamakan faktor status akreditasi. Sejumlah mahasiswa memilih politeknik dikarenakan pertimbangan status akreditasi yang dimiliki, status akreditasi akan berdampak positif dalam mencari kerja\/meneruskan studi. Mempunyai nilai korelasi yang positif diatas 0,5 maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi status akreditasi yang dimiliki suatu program studi tersebut semakin besar ketertarikkan calon mahasiswa untuk kuliah di politeknik.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">12.&nbsp; Faktor sertifikasi dosen<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 1,182 dengan prosentase varians sebesar 2,111%, dinamakan faktor sertifikasi dosen.&nbsp; Beberapa mahasiswa melanjutkan studi ke politeknik dikarenakan dosen yang mengajar sudah layak baik dari kompetensi maupun strata pendidikan. Item-item tersebut mempunyai nilai korelasi positif, sehingga perlu ditingkatkan motivasi dosen untuk mengikuti sertifikasi dosen agar terdapat pengakuan atas profesi yang disandangnya.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">13.&nbsp; Faktor pengembangan potensi<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 1,069 dengan prosentase varians sebesar 1,909%, dinamakan faktor pengembangan potensi. Beberapa mahasiswa memilih studi di politeknik dengan alasan potensinya dapat teraktualisasi, serta potensi yang sudah ada dapat lebih dikembangkan.&nbsp; Kedua item tersebut mempunyai nilai korelasi yang signifikan diatas 0,5, sehingga perlu dikembangkan program-program kegiatan kemahasiswaan yang mengarah pada pengembangan wawasan\/potensi mahasiswa terutama potensi kewirausahaan. Apabila politeknik mempunyai banyak program kemahasiswaan yang mendapat pengakuan nasional maupun internasional, maka semakin besar minat dan ketertarikan calon mahasiswa untuk memilih politeknik.<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"line-height:115%;margin:0;text-align:justify;\"><strong><span lang=\"EN-US\">14.&nbsp; Faktor efisiensi<\/span><\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"font-weight:normal;\">Faktor ini memiliki <i>eigen value<\/i> sebesar 1,038 dengan prosentase varians sebesar 1,854%, dinamakan faktor efisiensi. Sejumlah mahasiswa memilih politeknik karena alasan masa studi singkat dapat menghemat biaya. Item-item ini mempunyai nilai korelasi positif.<\/span><\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI PERTIMBANGAN MAHASISWA DALAMMEMILIH JENJANG PENDIDIKAN POLITEKNIK Struktur pendidikan tinggi di Indonesia terdiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-580","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=580"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/580\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}