{"id":1693,"date":"2014-06-13T02:07:15","date_gmt":"2014-06-13T02:07:15","guid":{"rendered":"http:\/\/eko.tj.nscpolteksby.ac.id\/?p=1693"},"modified":"2014-06-13T02:07:15","modified_gmt":"2014-06-13T02:07:15","slug":"larangan-ekspor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/2014\/06\/13\/larangan-ekspor\/","title":{"rendered":"Larangan Ekspor"},"content":{"rendered":"<p>Menurut peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor: 01\/M-DAG\/PER\/1\/2007 tanggal 22 Januari 2007.<br \/>\nDisebutkan bahwa barang-barang ekspor diklasifikasikan menjadi empat kelompok, yaitu:<\/p>\n<p><strong>a.\u00a0Jenis barang yang diatur tata niaga ekspornya<\/strong><\/p>\n<p>Jenis barang ini hanya dapat diekspor oleh eksportir terdaftar saja. Sedangkan eksportir terdaftar adalah<br \/>\nperusahaan atau perorangan yang telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Perdagangan untuk<br \/>\nmengekspor barang tertentu sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.<\/p>\n<p>Suatu barang yang diatur ekspornya karena pertimbangan :<br \/>\n1. Meningkatkan devisa dan daya saing<br \/>\n2. Terikat dengan perjanjian internasional<br \/>\n3. Kelestarian alam<br \/>\n4. Tersedianya bahan baku<\/p>\n<p>Barang Diatur ekspornya ini meliputi :<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">Produk Perkebunan : kopi digongsang \/ tidak digongsang, olahan<\/span><\/li>\n<li>Produk Kehutanan\u00a0: produk dari rotan ataupun kayu<\/li>\n<li>Produk Industri\u00a0: asetat anhidrida, asam fenilasetat, efedrin, aseton, butanol<\/li>\n<li>Produk Pertambangan\u00a0: intan, timah, emas<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>b.\u00a0Jenis barang yang diawasi ekspornya<\/strong><\/p>\n<p>Barang yang ekspornya hanya dapat dilakukan oleh eksportir yang telah mendapatkan persetujuan ekspor dari<br \/>\nKementerian Perdagangan atau Pejabat yang ditunjuk.<br \/>\nBarang yang diawasi ekspornya adalah barang yang ekspornya hanya dilakukan oleh eksportir yang telah<br \/>\nmendapat persetujuan ekspor dari Menteri Perdagangan atau pejabat yang ditunjuk (eksportir khusus).<br \/>\nSuatu barang diawasi ekspornya karena pertimbangan untuk menjaga keseimbangan pasokan di dalam negeri<br \/>\nagar tidak mengganggu konsumsi dalam negeri.<br \/>\nBarang Diawasi ekspornya ini meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">Produk Peternakan : bibit sapi, sapi bukan bibit, kerbau, kulit Buaya, wet blue, binatang liar dan tumbuhan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">(appendix II cites)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">Produk Perikanan : ikan napoleon, wirasse, benih ikan bandeng<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">Produk Perkebunan : inti kelapa sawit (palm kernel)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">Produk Pertambangan : gas, kokas\/minyak petroleum, bijih logam Mulia, perak, emas,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">Produk industri : sisa dan scrap dari besi, baja steinless, tembaga, kuningan, aluminium, pupuk urea<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>c.\u00a0Jenis barang yang dilarang ekspornya<\/strong><\/p>\n<p>Suatu barang yang dilarang ekspornya karena pertimbangan :<br \/>\n1. Menjaga kelestarian alam<br \/>\n2. Tidak memenuhi standar mutu<br \/>\n3. Menjamin kebutuhan bahan baku bagi industri kecil atau pengrajin<br \/>\n4. Peningkatan nilai tambah<br \/>\n5. Merupakan barang bernilai sejarah dan budaya<\/p>\n<p>Barang Dilarang ekspornya ini meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">Produk Pertanian: anak ikan dan ikan arwana, benih ikan sidat, ikan hias botia, udang galah ukuran 8 cm\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">dan udang panaedae<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">Produk Kehutanan: kayu bulat, bahan baku serpih, bantalan kereta api atau trem dari kayu dan kayu\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">gergajian<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">Produk Kelautan: pasir laut<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">Produk Pertambangan: bijih timah dan konsentratnya, abu dan residu yang mengandung arsenik, logam\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1em;\">atau senyawanya dan lainnya, terutama yang mengandung timah dan batu mulia<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong> d.\u00a0Jenis barang yang bebas<\/strong><\/p>\n<p>Semua jenis barang yang tidak tercantum dalam peraturan di atas dikategorikan sebagai barang bebas ekspor,<br \/>\nnamun tentunya eksportir harus memenuhi persyaratan sebagai eksportir terlebih dahulu<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/docs.google.com\/file\/d\/0B-ZllJtsAweBV2F2dUd2QWFmOFk\/preview\" width=\"640\" height=\"480\"><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor: 01\/M-DAG\/PER\/1\/2007 tanggal 22 Januari 2007. Disebutkan bahwa barang-barang ekspor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[73],"tags":[],"class_list":["post-1693","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekspor-impor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1693"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1693\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1694,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1693\/revisions\/1694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}