{"id":1301,"date":"2014-01-25T06:39:49","date_gmt":"2014-01-25T06:39:49","guid":{"rendered":"http:\/\/eko.tj.nscpolteksby.ac.id\/?p=1301"},"modified":"2014-01-25T06:40:55","modified_gmt":"2014-01-25T06:40:55","slug":"bauran-pemasaran-bagi-bank","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/2014\/01\/25\/bauran-pemasaran-bagi-bank\/","title":{"rendered":"Bauran Pemasaran bagi bank"},"content":{"rendered":"<p>Dalam rangka mencapai berbagai tujuan pemasaran maka kita perlu\u00a0mempunyai strategi yang mengandung berbagai unsur yang berlainan dari\u00a0bauran pemasaran. Berbicara tentang bauran (mix) akan mengingatkan kita\u00a0pada mencari keseimbangan yang tepat dari unsur-unsur yang berlainan<br \/>\ntersebut. Mudah saja kita mengira bahwa satu bagian bauran keliru, padahal\u00a0faktanya yang keliru adalah bagian yang lain.<br \/>\nMisalnya, jika penerimaan dari penetapan harga suatu jasa baru itu rendah,\u00a0jawaban adalah mengganti saja jasa tersebut atau menawarkannya dengan\u00a0cara yang lebih menyenangkan bagi pemakai, atau memperbaiki mutu dari\u00a0promosi (daripada menurunkan harganya).<\/p>\n<p>Mc Carthy mengidentifikasi empat P dari bauran pemasaran:<\/p>\n<ul>\n<li><em>Product <\/em>(Produk): Menentukan ciri-ciri dari produk atau jasa anda\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">untuk memenuhi kebutuhan nasabah.<\/span><\/li>\n<li><em>Price<\/em> (Harga): Memutuskan strategi penetapan harga. Bahkan jika kita\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">memutuskan tidak akan mengenakan biaya untuk suatu pelayanan, ada\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">gunanya untuk menyadari bahwa hal tersebut masih merupakan suatu\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">strategi penetapan harga. Mengidentifikasi jumlah biaya bagi pemakai\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">(yang tentunya lebih tinggi dari biaya yang anda bebankan) juga\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">merupakan sebagian dari unsur harga.<\/span><\/li>\n<li><em>Promotion<\/em> (Promosi) termasuk pemasangan iklan, penjualan pribadi\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">(misalnya menghadiri pameran), promosi penjualan (misalnya\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">penawaran spesial), dan mengatur suasana (menciptakan kesan serasi\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">dalam lingkungan kerja). Hubungan Masyarakat dimasukkan dalam\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">Promosi oleh banyak orang pemasaran (walaupun orang PR \/ HUMAS\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">cenderung menganggapnya sebagai ilmu terpisah).<\/span><\/li>\n<li><em>Place<\/em> (Tempat) atau distribusi. Melihat pada tempat (misalnya dari\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">perpustakaan) dan dimana pelayanan diberikan (misalnya apakah hasil\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">penelitian disediakan dalam komputer pemakai, kantor, pigeonhole \u2013<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">atau apakah mereka harus mengumpulkannya).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Ada dua cara untuk memberi tambahan pengetahuan pemasaran:<br \/>\nCara yang pertama anda dapat menambah jumlah P yang biasanya\u00a0dianggap sebagai tambahan yang membantu bagi pelayanan (termasuk\u00a0pelayanan informasi) adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><em>People<\/em> (Orang) Pelayanan informasi yang bagus pada umumnya tidak\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">diberikan oleh orang yang kurang terampil atau tidak memiliki motivasi<\/span><\/li>\n<li><em>Process<\/em> (Proses) Cara pemakai mendapatkan pelayanan (misalnya\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">cara bagaimana selembar dokumen atau hasil penelitian dapat dipesan)<\/span><\/li>\n<li><em>Physical evidence<\/em> (Bukti fisik) \u2013 Para nasabah ingin melihat apa\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">yang mereka beli khususnya pada industri jasa yang acapkali menjual\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">barang tidak berwujud, kebutuhan akan brosur, prospek, kartu, sertifikat\u00a0<\/span>dan berbagai kebutuhan lain akan sangat diperlukan.<\/li>\n<li><em>Positioning<\/em> (Penetapan posisi) \u2013 Cara untuk membentuk opini\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">nasabah, sehingga dapat membedakan produk yang ditawarkan oleh\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">anda dengan produk serupa di pasar. Hal ini acapkali tercapai melalui\u00a0<\/span>penegasan kelebihan kompetitif yang unik. Penetapan posisi sering\u00a0diterjemahkan kedalam sejumlah konsep seperti citra, reputasi, dan\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">kepercayaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Cara kedua untuk menunjukkan pengetahuan pemasaran anda adalah dengan\u00a0menolak P dari tahun 1980-an yang dianggap sudah kuno.\u00a0Sebagai contoh, ada C yang dikembangkan oleh Robert Lauterborn dan\u00a0dikemukakan oleh Philip Kotler:<\/p>\n<ul>\n<li><em>Place<\/em> menjadi <em>Convenience<\/em> (Kemudahan)<\/li>\n<li><em>Price<\/em> menjadi <em>Cost to the user<\/em> (Biaya bagi pemakai)<\/li>\n<li><em>Promotion<\/em> menjadi <em>Communication<\/em> (Komunikasi) atau\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\"><em>Information<\/em> (Informasi)<\/span><\/li>\n<li><em>Product<\/em> menjadi Customer needs and wants (Kebutuhan dan\u00a0keinginan nasabah)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Semua C ini mencerminkan filsafat orientasi pemasaran yang lebih tinggi\u00a0kepada pelanggan, yaitu menyediakan daya ingat yang bermanfaat \u2013 misalnya\u00a0anda perlu memikirkan kemudahan bagi pelanggan ketika anda memutuskan<br \/>\ndimana saja menawarkan suatu jasa. Sebagian orang berkilah bahwa bauran\u00a0pemasaran itu terlampau berorientasi terhadap produk, dan bahwa fokus dari\u00a0pemasaran modern tidak perlu seperti demikian. Namun, bauran pemasaran\u00a0menyediakan kerangka kerja yang berguna bagi analisis pemasaran. Semua C\u00a0tersebut juga tidak begitu terkenal seperti P, dan buku-buku pemasaran masih\u00a0cenderung menggunakan kata-kata P dalam menguraikan unsur-unsur bauran.<br \/>\nDalam menghadapi tantangan pemasaran, terdapat tiga tingkatan pasar\u00a0(nasabah) yang berbeda yaitu: Pasar Baru, Pasar Tumbuh dan Pasar Dewasa,\u00a0sehingga bank dituntut untuk memahami dengan baik konsep bauran\u00a0pemasaran (<em>Marketing Mix<\/em>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka mencapai berbagai tujuan pemasaran maka kita perlu\u00a0mempunyai strategi yang mengandung berbagai unsur yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-1301","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mata-kuliah-administrasi-perbankan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1301"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1302,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301\/revisions\/1302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}