{"id":1284,"date":"2014-01-23T17:41:42","date_gmt":"2014-01-23T17:41:42","guid":{"rendered":"http:\/\/eko.tj.nscpolteksby.ac.id\/?p=1284"},"modified":"2014-01-23T17:41:42","modified_gmt":"2014-01-23T17:41:42","slug":"penetapan-harga-bagi-bank","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/2014\/01\/23\/penetapan-harga-bagi-bank\/","title":{"rendered":"Penetapan Harga Bagi Bank"},"content":{"rendered":"<p>Salah satu unsur utama dari bauran pemasaran adalah harga. Penetapan harga merupakan persoalan strategis penting karena terkait dengn penetapan posisi\u00a0produk. Terlebih lagi, penetapan harga mempengaruhi berbagai unsur bauran\u00a0pemasaran lain seperti fitur produk, keputusan saluran distribusi serta promosi.<br \/>\nBila tidak ada resep tunggal untuk menetapkan harga, berikut ini adalah urutan\u00a0langkah yang dapat ditempuh untuk mengembangkan penetapan harga suatu produk yang baru:<\/p>\n<ul>\n<li>Kembangkan strategi pemasaran \u2013 selenggarakan analisis pemasaran, \u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">segmentasi, penetapan sasaran dan penetapan posisi\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Ambil keputusan bauran pemasaran \u2013 tentukan produk, distribusi dan taktik\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">promosi\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Perkirakan kurva permintaan &#8211; pahami bagaimana permintaan akan\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">kuantitas bervariasi dengan harga\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Hitung biaya \u2013 masukkan biaya tetap dan variabel yang terkait dengan\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">produk<\/span><\/li>\n<li>Pahami faktor-faktor lingkungan &#8211; lakukan evaluasi terhadap kemungkinan\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">tanggapan dari para pesaing, pahami hambatan-hambatan hukum, dll\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Tetapkan tujuan penetapan harga \u2013 sebagai contoh, maksimalisasi laba,\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">maksimalisasi penghasilan, atau stabilisasi harga\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Tetapkan harga \u2013 dengan mengunakansemua informasi yang terkumpul\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">dari sejumlah langkah di atas, pilih metode penetapan harga, kembangkan\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">struktur penetapan harga dan tetapkantingkat potongan harga misalnya\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">dengan IPTW.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Semua langkah ini saling berkaitan dan tidak harus dilaksanakan sesuai dengan urutan di atas. Namun demikian, daftar tersebut merupakan suatu kerangka kerja awal.<\/p>\n<p><em>Strategi pemasaran dan bauran pemasaran<\/em>:<br \/>\nSebelum produk dikembangkan, maka perlu dirumuskan strategi pemasaran termasuk pilihan pasar sasaran dan penetapan posisi produk. Biasanya terjadi trade-off antara mutu produk dengan harga,jadi harga merupakan variable penting dalam penetapan posisi.<\/p>\n<p>Oleh karena sifat dari trade-off antara unsur-unsur bauran pemasaran tersebut, makan penetapan harga akan bergantung juga pada produk lain, distribusi dan\u00a0keputusan menyelenggarakan promosi.<br \/>\n<em>Perkirakan kurva permintaan<\/em>:<br \/>\nOleh karena adanya hubungan antara harga dengan banyaknya permintaan, maka penting untuk memahami dampak dari penetapan harga terhadap penjualan melalui perkiraan kurva permintaan bagi produk bersangkutan.<br \/>\nBagi produk-produk lama, dapat dilakukan percobaan menetapkan harga di atas atau di bawah harga yang sedang berlaku dalam rangka mengetahui kelenturan permintaan. Permintaan yang kurang lentur menandakan bahwa kenaikan harga\u00a0mungkin menguntungkan.<\/p>\n<p><em>Hitung biaya<\/em><br \/>\nJika perusahaan telah memutuskan untuk meluncurkan produk tersebut, maka sedikitnya ada pemahaman dasar tentang keterlibatan biaya, kalau tidak, mungkin\u00a0tidak ada laba. Unit biaya produk menentukan batas bawah yang dapat dibebankan oleh perusahaan, dan menghasilkan margin laba pada harga yang<br \/>\nlebih tinggi.<br \/>\nJumlah unit biaya produk terdiri atas pengadaan biaya variabel (termasuk biaya risiko \u2013 yang perlu dimasukkan) dan biaya tetap tanpa menghiraukan kuantitas produksi. Kebijaksanaan penetapan harga harus mempertimbangkan kedua jenis biaya tersebut.<\/p>\n<p><em>Faktor lingkungan<\/em><br \/>\nPenetapan harga harus memperhatikan lingkungan persaingan dan hukum dimana Bank beroperasi. Dari sudut pandang persaingan, maka Bank harus\u00a0mempertimbangkan implikasi dari keputusan penetapan harga terhadap para pesaing. Sebagai contoh, penetapan harga yang terlalu rendah dapat\u00a0menyebabkan perang harga yang kurang menguntungkan bagi kedua pihak.<br \/>\nSedangkan penetapan harga yang terlalu tinggi dapat menarik perhatian banyak pesaing yang ingin ikut menikmati laba.<\/p>\n<p><em>Tujuan penetapan harga<\/em><\/p>\n<p>Tujuan penetapan harga oleh perusahaan perlu diketahui agar dapat<br \/>\nmemberlakukan penetapan harga secara optimal. Tujuan umum penetapan harga mencakup :<\/p>\n<ul>\n<li>\u0083Maksimalkan laba tahun berjalan \u2013 berusaha mendapatkan laba tahun berjalan secara maksimal, dengan memperhitungkan pendapatan dan biaya.<\/li>\n<li>Maksimalisasi laba tahun berjalan mungkin bukan tujuan terbaik jika\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">berakibat berkurangnya laba dalam jangka panjang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Maksimalisasi pendapatan tahun berjalan \u2013 berusaha mendapatkan\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">pendapatan tahun berjalan secara maksimal tanpa menghiraukan margin\u00a0laba. Adapun tujuan pokoknya sering adalah berusaha mendapatkan laba jangka panjang yang maksimal melalui peningkatan pangsa pasar dan pengurangan biaya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Maksimalisasi kuantitas \u2013 berusaha meningkatkan jumlah penjualan unit atau jumlah nasabah yang dilayani agar supaya dapat mengurangi biaya jangka panjang sesuai proyeksi kurva permintaan.<\/li>\n<li>Memimpin dalam mutu &#8211; memakai harga sebagai isyarat mutu tinggi dalam usaha menetapkan posisi produk sebagai pemimpin mutu.<\/li>\n<li>Perolehan kembali sebagian pengeluaran \u2013 biaya suatu organisasi yang punya berbagai sumber penghasilan lain mungkin hanya berusaha\u00a0mendapatkan perolehan kembali sebagian pengeluaran biaya.<\/li>\n<li>Bertahan hidup \u2013 merupakan sejumlah situasi seperti penurunan pasar dan pelampauan kapasitas, maka tujuan ditentukan melalui pilihan harga yang dapat menutup biaya dan memperkenankan perusahaan terus bertahan dalam bisnis. Dalam kasus ini, kelangsungan hidup bisa merupakan prioritas di atas laba, jadi tujuan ini hanya sementara.<\/li>\n<li>Sebagaimana keadaan sekarang (status quo) &#8211; perusahaan dapat\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">mengusahakan stabilitas harga dalam rangka menghindari perang harga dan mempertahankan laba sedang, namun tetap pada tingkat laba yang stabil.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Strategi Penetapan Harga<\/em><br \/>\nBagi produk-produk baru, maka sering tujuan penetapan harga adalah maksimalisasi margin laba atau maksimalisasi kuantitas (memenangkan pangsa pasar). Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, maka skim pricing dan penetapan harga penetrasi sering digunakan.<\/p>\n<p>Skim Pricing mencoba membuang cream dari puncak pasar melalui penetapan harga tinggi dan penjualan kepada para nasabah yang kurang peka terhadap harga. Skimming merupakan strategi untuk mengejar tujuan maksimalisasi laba.<br \/>\nSkimming paling sesuai bilamana:<\/p>\n<ul>\n<li>\u0083Permintaan secara relatif diperkirakankurang lentur, yaitu, para nasabah kurang peka terhadap harga.<\/li>\n<li>Penghematan biaya besar kurang diharapkan terjadi pada volume tinggi,\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">atau sulit meramalkan penghematan biaya yang dapat tercapai dengan\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">volume tinggi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Perusahaan tidak memiliki sumber daya untuk membiayai besarnya\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">pengeluaran modal yang perlu atas produksi dalam jumlah besar dengan <\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">margin laba rendah.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Penetapan harga penetrasi mengejar tujuan maksimalisasi kuantitas dengan harga yang rendah. Adalah paling tepat bila :<\/p>\n<ul>\n<li>\u0083Permintaan diperkirakan sangat lentur; yaitu, para nasabah peka terhadap\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">harga dan jumlah permintaan akan meningkat secara signifikan seiring\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">dengan penurunan harga.<\/span><\/li>\n<li>Penurunan harga diharapkan seiring dengan kenaikan volume secara\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">kumulatif.\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Produk yang bersangkutan memiliki sifat cukup cepat menarik perhatian\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">pembeli.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"line-height: 1.5;\">\u00a0<\/span>Ada ancaman serius berupa hambatan dari pesaing.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tujuan penetapan harga bergantung pada banyak faktortermasuk biaya berjalan, adanya economies of scale, diferensiasi produk, tingkat penyebaran produk, sumber daya bank dan antisipasi permintaan terhadap produk yang bersangkutan.<\/p>\n<p><em>Metode Penetapan Harga<\/em>:<br \/>\nDalam rangka menetapkan tingkat harga spesifik untuk mencapai tujuan penetapan harga, maka para manajer dapat memanfaatkan beberapa metode penetapan harga. Metode-metode ini termasuk:<\/p>\n<ul>\n<li>\u0083Penetapan harga atas dasar biaya plus (atau mark-up pricing) \u2013\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">menetapkan harga atas dasar biaya produksi ditambah margin laba\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">tertentu.<\/span><\/li>\n<li>Penetapan harga atas dasar hasil sasaran (target return pricing) \u2013\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">menetapkan harga untuk mencapai hasil sasaran investasi\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Penetapan harga atas dasar nilai (value-based pricing) \u2013 mendasarkan harga pada nilai efektif bagi nasabah dibndingkan produk-produk alternatif secara relatif<\/li>\n<li>Penetapan harga psikologis (psychological pricing) \u2013 mendasarkan harga\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">pada sejumlah faktor seperti isyarat mutu produk, butir-butir harga popular,\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">serta apa yang dianggap adil oleh nasabah\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Di samping menetapkan tingkat harga, para manajer memiliki peluang untuk merancang berbagai model penetapan harga yang inovatif yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan baik perusahaan dan maupun para nasabah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu unsur utama dari bauran pemasaran adalah harga. Penetapan harga merupakan persoalan strategis penting [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-1284","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mata-kuliah-administrasi-perbankan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1284"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1285,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1284\/revisions\/1285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nscpolteksby.ac.id\/dosen\/eko-tjiptojuwono\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}