Berita

TIPS MEMBELI DAN MENGOLAH PRODUK MAKANAN KALENG

 

perhotelan nsc

Dalam memilih produk makanan olahan, salah satu hal yang tidak boleh terlupakan adalah mengenai informasi nilai gizi yang biasanya terdapat pada kemasan makanan. Meskipun sudah mulai masa transisi new normal, pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, harus cermat memilih produk makanan yang memiliki nilai gizi baik sangatlah penting. Informasi nilai gizi yang harus diperhatikan oleh masyarakat terdiri dari takaran sajian per kemasan, energi total per sajian, zat gizi mikro dan persentasi AKG (Angka Kecukupan Gizi).

Selain untuk individu yang sehat, melakukan perhatian pada informasi nilai gizi juga berlaku untuk penyandang diabetes terutama di tengah pandemi covid-19 yang saat ini sedang melanda Indonesia. Membeli produk ikan, daging, atau sayur kalengan sekilas merupakan pekerjaan yang sepele, namun sebenarnya perlu juga diperhatikan berbagai hal yang penting bagi konsumen. Apabila tidak diperhatikan dengan teliti bisa-bisa hal ini berakibat fatal. 
Berikut ada beberapa tips yang bisa dijadikan acuan : 
 
  1. Sebelum membeli
    Pertama, rencanakan untuk keperluan berapa orang produk kalengan itu dibeli. Apakah hanya untuk satu orang ataukah satu keluarga yang terdiri dari beberapa orang? Karena pastikan bahwa produk kalengan tersebut nantinya habis sekali konsumsi. Kedua, perhatikan juga apakah Anda mempunyai alat pembuka kaleng atau tidak. Bila tidak, pertimbangkanlah agar membeli produk kalengan yang dilengkapi dengan pembuka kaleng. Meskipun kelihatannya mudah, membuka kaleng bisa menjadi pekerjaan yang bertele-tele, dan juga berbahaya bila konsumen tidak bisa membukanya dengan benar.

    buka kaleng
     
  2. Saat Membeli
    Pertama, perhatikan penampakan fisik kaleng. Pilih produk yang keadaannya masih baik, tidak penyok, kembung, berkarat, atau bocor. Kedua, perhatikan labelnya. Pilih yang masih labelnya masih utuh, tidak robek, dan keterangan pada label jelas dibaca (merk harus jelas, Produk sudah terdaftar di Departemen Kesehatan RI, terdapat informasi tanggal kadaluarsa, terdapat nomor batch atau nomer kode produksi, informasi kandungan bahan).
     
  3. Saat Mengolah 
    Ada beberapa hal yang perlu diketahui saat melakukan pengolahan. Pertama, pastikan bahwa kaleng dapat dibuka dengan mudah dan aman. Kedua, perhatikan isi kaleng tersebut. Bila isi telah berubah warna, berbau aneh atau busuk, sebaiknya jangan dikonsumsi ataupun dicicipi. Ketiga, ikutilah saran penyajian yang diberikan oleh produsen. Biasanya produk kalengan bisa langsung dikonsumsi tanpa pengolahan lebih lanjut. Namun, lebih baik mendidihkannya lebih dulu selama 10-15 menit untuk membunuh bakteri berbahaya yang mungkin ada.

    kaleng
     
  4. Setelah mengelolah
    Setelah mengelola kita perlu memperhatikan hal-hal berikut :
    Pertama, kaleng bekas wadah produk sebaiknya jangan langsung dibuang ke tempat sampah di luar rumah untuk jangka waktu minimal 1 jam. Meskipun pengolahan dalam industri dan penanganan oleh konsumen dilakukan dengan baik, tidak menjamin bahwa produk tersebut pasti aman dikonsumsi. Adanya barang bukti berupa sisa produk maupun kaleng bekas wadah akan sangat membantu konsumen, produsen, tenaga medis, pihak berwajib, dan instansi pemerintah terkait bila konsumen mengalami keracunan, atau hal-hal yang merugikan setelah mengonsumsi produk kalengan tersebut.
 
 
Isnin Amal Nuari
Sumber :  Sudarisman Teguh, A.R Elvina dalam buku Petunjuk Memilih Produk

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 34,298,729

Informasi Lowongan Kerja Skala Nasional dan Internasional



Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp