Berita

Proses Pengelolaan Kopi

Proses Pengelolaan Kopi - Politeknik NSC Surabaya - Prodi Perhotelan

Industri perkopian di Indonesia perlahan namun pasti terus bertumbuh. Berdasarkan data Indonesia Coffee Annual Report USDA, produksi kopi pada tahun 2018 sebesar 11,1 juta kantong (satu kantong mencapai 60 kg), meningkat 500 ribu kantong dari tahun 2017.

Indonesia merupakan negara penghasil kopi nomor empat terbesar di dunia. Sementara itu, tingkat komsumsi nasional tumbuh rata-rata 7% per tahun. Meningkatnya konsumsi kopi juga didukung oleh semakin banyaknya pembukaan gerai kopi ritel di area publik, misalnya Starbucks, Maxx Coffee, Excelso yang berkembang secara agresif. Minum kopi kini menjadi gaya hidup bagi masyarakat Indonesia.

Ternyata dibalik nikmatnya secangkir kopi ada cerita panjang proses biji kopi menjadi sebuah minuman. Dari petani hingga kepada konsumen. Pengolahan kopi meliputi pemanenan, pengenalan buah kopi, sortasi, pengolahan kering atau basah, hulling, sortasi biji kopi, pengemasan dan penyimpanan.

  1. Pemanenan
    Pemanenan dilakukan saat kopi cheri sudah benar-benar merah, untuk memperoleh kualitas kopi yang baik
    Proses Pengelolaan Kopi - Politeknik NSC Surabaya - Prodi Perhotelan
    Figure 1 Kopi Cheri
  2. Sortasi
    Sortasi dilakukan setelah pemetikan kopi cheri, sortasi bertujuan untuk memisahkan buah kopi cheri kualitas baik dan buruk. Tahap sortasi kopi cheri pada petani kopi disebut juga dengan proses “perambangan”.
    Proses Pengelolaan Kopi - Politeknik NSC Surabaya - Prodi Perhotelan
    Figure 2 Sortasi Kopi Cheri
  3. Pengolahan kering atau basah
    Setelah kopi cheri dilakukan proses perambangan, selanjutnya diolah kopi diolah dengan proses kering atau basah.
    • Proses pengolahan natural: Setelah panen kopi cherry di sortasi dengan metode perambangan. Saat proses perambangan kopi cherry yang mengambang dibuang. Kemudian, kopi cherry di jemur dibawah sinar matahari langsung hingga kadar air 12%. Kemudian kopi dikupas kulit pulpnya dengan mesin pulper. Kemudian kopi dikupas kulit tanduknya, dengan huller. Kemudian kopi di sortasi untuk memisahkan biji kualitas baik.
    • Proses pengolahan honey: Setelah panen kopi cherry di sortasi dengan metode perambangan. Saat proses perambangan kopi cherry yang mengambang dibuang. Kemudian kopi cherry dikupas kulit pulpnya. Proses pulpering tanpa menggunakan air agar mucilagenya tetap tertinggal. Kemudian dijemur hingga kadar air 12 %. Kemudian kopi dikupas kulit tanduknya, dengan huller. Kemudian kopi di sortasi untuk memisahkan biji kualitas baik. Dinamakan dengan honey proses karena mucilage yang tertinggal berwarna kecoklatan saat proses penjemuran.
    • Proses pengolahan fully wash : Setelah panen kopi cherry di sortasi dengan metode perambangan. Saat proses perambangan kopi cherry yang mengambang dibuang. Kemudian kopi cherry dikupas kulit pulpnya. Proses pulpering tanpa menggunakan air agar mucilagenya tetap tertinggal. Kemudian dijemur hingga kadar air 12 %. Kemudian kopi dikupas kulit tanduknya, dengan huller. Kemudian kopi di sortasi untuk memisahkan biji kualitas baik. Dinamakan dengan honey proses karena mucilage yang tertinggal berwarna kecoklatan saat proses penjemuran.
    • Proses pengolahan semi wash: Setelah panen kopi cherry di sortasi dengan metode perambangan. Saat proses perambangan kopi cherry yang mengambang dibuang. Kemudian kopi cherry dikupas kulit pulpnya, kemudian biji kopi dijemur hingga kadar air sekitar 30 %. Kemudian dilakukan proses huller untuk mengupas kulit tanduk. Kopi kemudian dijemur lagi hingga kadar air 12 %. Setelah itu, dilakukan pengelupasan parchment dengan menggunakan huller. Kemudian disortir

      Proses Pengelolaan Kopi - Politeknik NSC Surabaya - Prodi Perhotelan
      Figure 3 Pengolahan kopi kering dan basah
  4. Hulling
    Hulling ada proses pengupasan biji kopi untuk menghilangkan kulit tanduk biji kopi. Pengeringan kopi sesuai standar SNI adalah berkadar airtidak lebih 12,5 %.
    Proses Pengelolaan Kopi - Politeknik NSC Surabaya - Prodi Perhotelan
    Figure 4 Kopi setelah proses hulling
  5. Sortasi biji kopi
    Sortasi biji kopi dilakukan untuk memisahkan biji kopi baik dan biji kopi cacat.
    Proses Pengelolaan Kopi - Politeknik NSC Surabaya - Prodi Perhotelan
    Figure 5 Sortasi biji kopi
  6. Pengemasan dan penyimpanan
    Pengemasan dan penyimpanan yang baik bertujuan untuk menjaga kualitas produk green bean.
    Proses Pengelolaan Kopi - Politeknik NSC Surabaya - Prodi Perhotelan
    Figure
    6 Pengemasan dan penyimpanan green bean
  7. Melaksanakan penyangraian biji kopi
    Biji kopi kemudian disangrai, penyangraian merupakan tahap untuk memunculkan aroma dan rasa kopi yang dikehendaki. Roasting dapat menggunakan mesin atau juga dapat dilakukan secara konvensional.

Author : Kristian Triatmaja Raharja

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 34,086,703

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp