Berita

Dasyatnya Pendidikan Vokasi Yang Berkualitas, Sebagai Kunci Sukses Di Masa Depan

Dasyatnya Pendidikan Vokasi yang Berkualitas, Sebagai Kunci Sukses di Masa Depan

Riset membuktikan kepada penyelenggara pendidikan dan pemerintah bahwa ada hal yang harus segera dibenahi dari sektor pendidikan nasional. Ini semacam warning betapa pendidikan berbasis kebutuhan pasar yang dilaksanakan oleh pemerintah menemui ke tidak efektifkan. Dewasa ini di Indonesia sesuai data Badan Pusat Statistik jumlah pengangguran terdidik yang merupakan lulusan perguruan tinggi masih menjadi permasalahan utama.

Hal ini, salah satunya disebabkan karena masih ada beberapa lulusan perguruan tinggi yang kualitas lulusannya kurang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia usaha dan industri saat ini. Walaupun pendidikan merupakan kebutuhan dasar akan ilmu pengetahuan namun tak bisa dipungkiri bahwa pendidikan tinggi di Indonesia juga diarahkan untuk mencapai kemajuan negara dan kesejahteraan lulusan itu sendiri.

Dewasa ini di Indonesia sesuai data Badan Pusat Statistik jumlah pengangguran terdidik yang merupakan lulusan perguruan tinggi masih menjadi permasalahan utama. Hal ini salah satunya disebabkan karena masih ada beberapa lulusan perguruan tinggi yang kualitas lulusannya kurang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia usaha dan industri saat ini.

Walaupun pendidikan merupakan kebutuhan dasar akan ilmu pengetahuan namun tak bisa dipungkiri bahwa pendidikan tinggi di Indonesia juga diarahkan untuk mencapai kemajuan negara dan kesejahteraan lulusan itu sendiri. Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia ada tiga jenis pendidikan tinggi berdasarkan UU Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi.

Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program - program pendidikan(sarjana, magister, dan doktor), pendidikan profesi/spesialis dan pendidikan vokasi (diploma/sarjana terapan). Secara definisi pendidikan akademik dapat dikatakan sebagai sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tertentu. Pendidikan akademik mencakup program pendidikan sarjana (S1), magister atau master (S2) dan doktor (S3).

Sedangkan Pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Pendidikan vokasi mencakup program pendidikan diploma I (D1), diploma II (D2), diploma III (D3) dan Sarjana Terapan ( D4 ). Lulusan pendidikan vokasi mendapatkan gelar vokasi (S.T. Par ).

Ada kecenderungan (tren) pendidikan di masa depan, di mana mulai terjadi pergeseran dari sistem pendidikan untuk invensi menuju pendidikan yang lebih mengacu pada kebutuhan masyarakat, maka pendidikan tinggi vokasi merupakan pendidikan yang sangat sesuai dalam penyiapan lulusan yang mampu bekerja dan siap berprofesi di industri pariwisata.

Dasyatnya Pendidikan Vokasi yang Berkualitas, Sebagai Kunci Sukses di Masa Depan Dasyatnya Pendidikan Vokasi yang Berkualitas, Sebagai Kunci Sukses di Masa Depan

Dalam pendidikan vokasi penguasaan aspek keilmuan dan teori-teori tidak begitu utama, justru yang sangat penting adalah mahasiswa/siswa memiliki ketrampilan khusus dan spesifik dalam bidang program yang mereka ikuti. Pendidikan vokasi menekankan pembelajaran terstruktur/tertata dengan  keahlian, dalam kurikulumnya mencakup muatan pembelajaran keilmuan, keterampilan dan praktik kerja lapangan.

Lembaga pendidikan vokasi juga bermitra dengan perusahaan dan industri sebab pembelajaran tidak hanya dilakukan kampus tapi juga di perusahaan jasa perhotelan, inilah kelebihan  pendidikan vokasional yang paling substansial, di mana mahasiswanya dituntut mampu bekerja dengan terampil saat dibutuhkan perusahaan dan maupun pemerintah.

Sehingga dalam perkembangan dunia saat ini lulusan perguruan tinggi vokasi sangat dibutuhkan peranannya dalam berbagai sektor, terutama sektor ekonomi dan bisnis. Kontribusi para lulusan yang memiliki keahlian dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan industri. Jika kita berkaca pada negara-negara maju ternyata rasio pendidikannya lebih besar pendidikan vokasi bila dibandingkan pendidikan akademik dan perannya pun nyata dalam mencapai kemajuan. Jerman misalnya. Model pendidikan vokasi di Jerman telah terbukti mendukung kemajuan industri/perusahaan dan ketahanan ekonomi Jerman.

Di negara lainnya juga meniru sistem pendidikan vokasi ini seperti Cina. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang lebih memilih  lulusan pendidikan kejuruan  yang telah menguasai keahlian praktikal, karena dianggap lebih siap kerja, maka tingkat permintaan lulusan oleh industri semakin tinggi. Itulah ciri khas perguruan tinggi vokasi di mana dapat menghasilkan lulusan yang profesional di bidangnya, sebab kurikulum yang diberikan berbasis kompetensi sehingga lulusan pendidikan vokasi dapat bersaing di dalam dunia kerja.

Jadi sebenarnya dapat kita katakan bahwa pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan yang memadukan antara fungsi pendidikan (education) yang menyiapkan sumber daya manusia seutuhnya dengan pelatihan (training)/aplikatif yang berperan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap bekerja atau berkarir pada suatu bidang profesi tertentu. Meskipun pendidikan vokasi masih tergolong baru dan berusia muda di Indonesia namun minat dan animo masyarakat untuk mengenyam pendidikan jenis ini tergolong tinggi dan tren-Nya terus terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini dapat kita lihat dengan pertumbuhan pendirian kampus politeknik yang begitu pesat meningkat dari tahun ke tahun.

Dasyatnya Pendidikan Vokasi yang Berkualitas, Sebagai Kunci Sukses di Masa Depan Dasyatnya Pendidikan Vokasi yang Berkualitas, Sebagai Kunci Sukses di Masa Depan

Kebutuhan Lulusan Vokasi

Mengaitkan potensi yang ada dengan pengembangan pendidikan vokasi menuju Indonesia yang adil dan makmur. Dengan potensi yang begitu besar, untuk mengeksploitasinya secara bijaksana diperlukan tenaga kerja yang bermutu dari segi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural), keahlian/keterampilan (sesuai dengan bidangnya), dan karakter nasionalis yang kuat dan mulia. Semua ini dapat diperoleh melalui pendidikan dalam arti luas. Berdasarkan pemikiran tersebut di atas maka Politeknik NSC Surabaya menjadi lembaga pendidikan yang sangat tepat.

Hasil penelitian yang dilakukan Asian Development Bank (ADB) pada tahun 2007 menyatakan bahwa pendidikan politeknik sangat sesuai untuk dikembangkan di Indonesia karena didasarkan pada besarnya kebutuhan tenaga kerja dan suberdaya manusia terampil di Indonesia. Jika memperhatikan program pembangunan Pemerintah yang tertuang dalam Nawa cita pun pengembangan pendidikan vokasi pun sangat relevan sebagai penyedia tenaga kerja yang Handal berkompeten, baik dari segi pengetahuan, kompetensi, dan karakter. Sehingga sangat tepat jika Presiden memasukkan pendidikan vokasi sebagai sasaran utama program kerja bidang pendidikan atau apa yang disebut dengan Program Indonesia Pintar.

Dalam dua dekade ke depan, Inilah peluang dan target yang akan kita manfaat kan untuk menyiapkan para lulusan yang siap pakai, memiliki ke ahlian dan berdaya saing sebagaimana visi dan misi Politeknik NSC Surabaya yaitu Menjadi mitra utama bisnis dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing global di Bidang industri terutama jasa industri perhotelan.

Author : Bapak Haris Kaprodi Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan D-IV

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 34,014,791

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp