Berita

Konsep Dan Penerapan Hotel Syariah Yang Semakin Diminati

Artikel Perhotelan Politeknik NSC Surabaya Konsep dan Penerapan Hotel Syariah yang Semakin Diminati

Indonesia merupakan Negara dengan mayoritas penduduk agama Islam. Sehingga dalam melakukan kegiatannya tidak menutup kemungkinan akan menggunakan syariah Islam sebagai landasan memenuhi kebutuhan.

Sebagai negara muslim terbesar sejagat, Indonesia dapat menjaring banyak uang dari wisatawan syariah domestik. Pasar lokal juga tidak bisa dipandang remeh. Dengan lebih serius menggarap pasar lokal, pemerintah dapat mematok target pendapatan yang lebih tinggi

Sejak tahun 2013 yang lalu, pertumbuhan bisnis wisata halal serta hotel syariah mulai bermunculan. Prospek bisnis ini memang cukup cerah. Populasi wisatawan dari negara-negara muslim juga terus meningkat.  Dalam cakupan tersebut, hotel memainkan peran krusial sebagai mesin bisnis wisata halal.

Bisnis Hotel adalah salah satu dari sekian banyak bisnis yang ada, dimana dalam kaidah fiqih, bisnis dalam islam (syariah) dibolehkan selama tidak ada dalil (nash) yang melarangnya. Menurut Syafi’I Antonio (2010), Syariah mempunyai keunikan tersendiri, syariah tidak hanya komprehensif, tetapi juga universal. Keuniversalannya ini terutama dalam bidang social dan ekonomi yang tidak membeda-bedakan antara kalangan muslim dan non-muslim.

Artikel Perhotelan Politeknik NSC Surabaya Konsep dan Penerapan Hotel Syariah yang Semakin Diminati

Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No:108/DSN-MUI/X/2016 Usaha Hotel Syariah adalah penyediaan akomodasi berupa kamar- kamar di dalam suatu bangunan yang dapat dilengkapi dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan(yang tidak mengarah pada kemusyrikan)  dan atau fasilitas lainnya secara harian dengan tujuan memperoleh keuntungan yang dijalankan sesuai prinsip syariah. Dalam pengelolaan hotel syariah harus memenuhi kriteria atau kualifikasi meliputi aspek produk, pelayanan, dan pengelolaan.

Seluruh komponen kriteria teknis operasional hotel, harus dipastikan semua memenuhi kriteria syariah. Dasar Hukum itu sendiri tentu sudah ada pada Rukun Iman dan Rukun Islam Berdasarkan Al-Quran & Hadist Nabi SAW. Syariah sendiri dapat diartikan ke dalam 2 (dua) bagian utama yaitu;

  1. Ibadah (dalam arti khusus), yang membahas hubungan manusia dengan Allah (vertikal). Tata cara dan syarat rukunnya terinci dalam Quran dan Sunah. Misalnya : Shalat, zakat, puasa
  2. Mu'amalah, yang membahas hubungan horizontal (manusia dan lingkungannya). Dalam hal ini aturannya lebih bersifat garis besar. Misalnya munakahat, dagang, bernegara, dll.

Secara garis besar, dapat diambil 5 kunci komponen yang harus diterapkan di Hotel Syariah, yaitu Sumber Daya Manusia, Fasilitas Kamar, Fasilitas Makan dan Minum, Fasilitas Umum, serta Operasional dan Marketing.

Artikel Perhotelan Politeknik NSC Surabaya Konsep dan Penerapan Hotel Syariah yang Semakin Diminati

Sebenarnya, pada Hotel Syariah secara umum juga terdapat hal-hal yang ada di Hotel Konvensional lainnya, tentu saja seperti  Kamar yang setara Hotel Bintang, Restoran, Kolam Renang (perbedaannya antara wanita dan pria harus terpisah. Hotel Syariah menjadikan Rukun Iman & Rukun Islam menjadi Dasar Hukumnya, dari 5 komponen pada bagan di atas dapat dijabarkan apa saja yang harus dipenuhi oleh Hotel Syariah secara umum, yaitu ;

  1. Pakaian semua karyawan harus berpakaian yang islami
  2. Fasilitas Mushola atau mesjid wajib ada.
  3. Wajib ada kumandang adzan di setiap sudut atau lantai jika Hotel tersebut luas atau bertingkat, dipasang speaker untuk meneruskan kumandang adzan di setiap waktu-waktu Sholat.
  4. Mencantumkan di dalam Anggaran Dasar/Rumah Tangga Hotel sebagai Hotel Syariah.
  5. Tidak mengizinkan pertemuan antara tamu yang bukan Muhrim dengan tamu yang menginap, pertemuan bisa dilakukan di area umum seperti Lobby atau di luar Hotel.
  6. Tidak menyediakan minuman ataupun makanan beralkohol sebagai konsumsi tamu.
  7. Tidak mengizinkan Hotel sebagai sarana penggunaan Narkoba.
  8. Untuk urusan perbankan, Hotel Syariah harus memiliki rekening sesuai dengan syariah sebagai contoh dengan menggunakan Bank Syariah.
  9. Memiliki sertifikat Halal dari MUI ( Majelis Ulama Indonesia )

Penggunaan label syariah dalam bisnis hotel merupakan sesuatu yang masih asing di beberapa masyarakat Indonesia dan masih belum menjadi ikon yang dikenal luas. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan bahwa pilihan menjadi hotel syariah maupun non Syariah bergantung sepenuhnya dari pengelola bisnis hotel itu sendiri.

Pada dasarnya, PHRI memberikan keleluasaan dan kebebasan kepada seluruh anggotanya untuk menentukan pilihannya dalam berbisnis, secara konvensional ataupun secara syariah.

 

Author : Isnin A.N

Sumber : Aulia Fadhli, 2018, Manajemen Hotel Syariah, Penerbit Gava Media, Yogyakarta

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,865,878

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp