Berita

Penerapan Mobile Learning Pada Perguruan Tinggi Vokasi

Demografi Penggunaan Perangkat.
Gambar 1
Demografi Penggunaan Perangkat.

Penggunaan perangkat bergerak (mobile) sudah menjadi kebutuhan utama penunjang produktivitas saat ini. Hingga Januari 2019 pengaksesan informasi melalui internet oleh orang dewasa masih didominasi oleh perangkat mobile dengan penggunaan smartphone 60% [1].

Dari gambar 1 menunjukkan penggunaan paling besar adalah Mobile Phone mencapai 91%, laptop/PC mencapai 22%, hal tersebut menunjukkan bahwa perangkat mobile dipercaya sudah menjadi salah satu perangkat yang dianggap dapat membantu mempermudah seluruh kegiatan sehari-hari dan meningkatkan produktivitas.

Perangkat mobile sudah sering digunakan dalam menunjang proses pembelajaran, mulai dari komunikasi, pencarian informasi, pengaksesan sistem perguruan tinggi dan bahkan sebagai alat untuk menyimpan catatan selama perkuliahan.

Namun dalam pemanfaatan perangkat mobile di Indonesia mengalami perkembangan yang kurang baik sebagai perangkat utama pembelajaran. Pada Gambar 2 menunjukkan posisi Indonesia pada urutan ke-9 di Asia, dengan prediksi tingkat pertumbuhan sebesar 18%, dalam survey pertumbuhan m-learning selama lima tahun (2014-2019) oleh Ambient Insight 2015 [2].

Survei Pertumbuhan Penggunaan M-learning di Asia.
Gambar 2
Survei Pertumbuhan Penggunaan M-learning di Asia.

Pada perguruan tingi vokasi penerapan sistem m-learning disebut sebagai VET (vocational education and training) system. Penggunaan VET pada perguruan vokasi ini seharusnya dapat dikembangkan secara serius mengingat rencana pemerintah yang ingin memfokuskan perkembangan ekonomi digital kreatif melalui pengembangan perguruan tinggi vokasi [3].

Proses pembelajaran dengan menggunakan suatu sistem pada pendidikan vokasi terbukti dapat diadopsi dan di jalankan dengan baik pada beberapa jurusan misalnya pada program studi Teknik Sistem Telekomunikasi dan Telematika di Spanyol 2013 [4].

Untuk mempermudah dan memberikan efektivitas pada proses pembelajaran, Politeknik NSC Surabaya telah menggunakan sistem informasi yang dibangun secara mandiri di bawah departemen ICT (Information and Communication Technology).

Sistem telah dirancang sejak tahun 2013 dan mulai dikembangkan untuk dapat terinstal pada perangkat dengan sistem operasi android pada akhir 2016. Pada awal 2017 sistem diresmikan dengan nama LENSA (Learning NSC Application) dan telah terunggah di Playstore (Gambar 3). Saat ini LENSA telah dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai media untuk mendapatkan informasi akademik secara cepat.

Aplikasi LENSA (Learnin NSC Applocation) di Playstore
Gambar 2
Aplikasi LENSA (Learnin NSC Applocation) di Playstore

Kendala yang terjadi saat ini bahwa proses pembelajaran yang berjalan menggunakan sistem masih terbatas pada metode pembelajaran teori, sedangkan untuk metode pembelajaran praktikum masih harus dilaksanakan langsung di kampus.

Tidak dapat diterapkannya metode praktikum pada sistem hingga saat ini karena keberagaman program studi yang ada di Politeknik NSC Surabaya, sehingga metode VET sistem ini dinilai kurang tepat untuk diterapkan.

Saat ini Politeknik NSC Surabaya menerapkan metode pembelajaran blanded learning, dimana proses pembelajaran berlangsung sepenuhnya di kelas dan laboratorium praktikum sedangkan untuk materi, modul dan tugas teori disajikan dalam bentuk digital dan dapat diakses melalui perangkat bergerak maupun desktop.

Dengan adanya sistem informasi pendukung proses pembelajaran saat ini diharapkan dapat membantu mempermudah dan meningkatkan efektivitas pada proses pembelajaran.

Author : Dwi Kurnivan Setiono

 

Referensi :

[1] “Indonesia Digital 2019 : Tinjauan Umum”,2019. Available : https://websindo.com/indonesia-digital-2019-tinjauan-umum/. [Accessed: 30-Desember-2019]

[2] “Mobile Learning Market Overview”, 2019. [Online]. Available :  http://www.ambientinsight.com/Resources/Documents/AmbientInsight-2014-2019-Asia-Mobile-Learning-Market-Overview.pdf. [Accessed: 07-Juni-2019]

[3] ”Kemenristekdikti Dorong Pertumbuhan Politeknik untuk Ekonomi Kreatif”, 2018. [Online].  Availabele: https://mediaindonesia.com/read/detail/141070-kemenristekdikti-dorong-pertumbuhan-politeknik-untuk-ekonomi-kreatif. [Accessed: 30-Desember-2019]

[4] O. Ortiz, P. M. Alcover, F. Sánchez, J. Á. Pastor, dan R. Herrero. “M-Learning Tools: The Development of Programming Skills in Engineering Degrees” IEEE Revista Iberoamericana De Tecnologias Del Aprendizaje, Vol. 10, No. 3, August 2015.

 

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 34,020,496

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp