Berita

Inovasi Mahasiswa Ciptakan Brownis Dari Kulit Pisang

Inovasi Mahasiswa Politeknik NSC Surabaya Debyo M Sidik Ciptakan Brownis dari Kulit Pisang

Kulit pisang bisa jadi limbah yang tidak berguna. Namun, di tangan Dibyo M. Sidik, barang tersebut diolah menjadi bahan makanan olahan yang sangat lezat. Dibyo mengolah kulit pisang menjadi bahan adonan untuk membuat kue brownis, pengganti tepung tapioka.

Dibyo menjelaskan, ide memanfaatkan limbah kulit pisang tersebut bermula saat ia melihat tumpukan kulit pisang dari penjualan gorengan yang ada di sebelah rumahnya di kawasan Kenjeran, Surabaya. Dia pun berfikir bagaimana memanfaatkan limbah ini. Kemudian muncul ide untuk mengolah limbah kulit pisang menjadi tepung untuk membuat kue, pengganti tepung tapioka.

Dia kemudian melakukan serangkaian percobaan yang diawali dengan memilih limbah kulit pisang yang warnanya masih segar, kulit pisang tersebut direndam semalam. Setelah melalui proses perendaman, kemudian di potong-potong lalu dijemur selama tujuh hari.

Kalau sudah terlihat benar-benar kering, selanjutnya digiling menjadi tepung, dan diayak untuk mencari tekstur yang lembut. Maka, jadilah tepung yang siap untuk bahan adonan membuat kue.

Percobaan pertama membuat Brown Cake. Namun, hasilnya kurang memuaskan. “Kue ini warnanya cenderung kuning, sementara tepung kulit pisang menghasilkan warna kecokelatan,” jelas Dibyo.

Kemudian, ia membuat percobaan lagi dengan membuat kue brownis. Alhasil, tepung ini cocok untuk diterapkan dalam pembuatan adonan kue ini. “Brownis warnyanya cokelat. Otomatis tepung ini tidak mempengaruhi secara warna,” tutur Dibyo.

Inovasi Mahasiswa Politeknik NSC Surabaya Debyo M Sidik Ciptakan Brownis dari Kulit Pisang

Temuan ini selain menjadi prestasi tersendiri bagi Dibyo, juga bagi kampusnya. Ia mengklaim Brownis Kulit Pisang (BKP) ini murni hasil ciptaanya. Karena itu, ia dibantu oleh Politeknik NSC untuk mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) supaya mempunyai kekuatan hukum dan tidak dijiblak oleh pihak lain.

Jerih payah dibyo ini juga untuk persyaratan kelulusannya dengan membuat karya ilmiah sebagai tugas akhir (TA), Dibyo tercatat sebagai mahasiswa Program Studi (Prodi) perhotelan Politeknik NSC. Karya Dibyo ini telah lolos siding di hadapan dewan penguji. Pada Oktober mendatang ia menjadi salah satu peserta wisuda.

Ke depan, ketika kue BKP ini sudah melewati uji hedonic (uji kesukaan), akan dikembangkan menjadi komoditas wirausaha, “ Hasilnya sudah ada” kata Yuniawati Ekaningrum, selaku pembimbing TA sekaligus direktur LSP Politeknik NSC” Di hadapan lebih dari 20 panelis, 80 persen menyukai, “ sumbang Dibyo.

Yuni menyarankan agar lebih menarik BKP ini bisa ditambahkan topping sebagai varian rasa, selain itu kemasan juga menjadi perhatian bila BKP ini nantinya dipasarkan. “Kami bantu untuk mendesain kemasan kerja sama dengan Teknik Komputer,” ujar Yuni.

Politeknik NSC juga mengarahkan mahasiswa untuk entrepreneur, “dengan membuka usaha dapat merekrut tenaga kerja sehingga bisa mengurangi pengurangan, “katanya”.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menimba ilmu perhotelan atau yang lainnya, Politeknik NSC masih membuka pendaftaran mahasiswa baru. Bisa menghubungi kampus Politeknik NSC di jalan Basuki Rahmat 85 Surabaya atau kunjungi www.nsc.ac.id.

Inovasi Mahasiswa Politeknik NSC Surabaya Debyo M Sidik Ciptakan Brownis dari Kulit Pisang

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,600,853

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp