Berita

Politeknik PASTI

Menurut undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dijelaskan bahwa jenis pendidikan tinggi yaitu:

  1. Pendidikan Akademik,
  2. Pendidikan Vokasi,
  3. Program Profesi, dan
  4. Program Spesialis.

Program profesi dan spesialis merupakan program lanjutan untuk memperoleh gelar profesi dan spesialis pada bidang-bidang profesi tertentu.

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan/atau program pascasarjana yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan akademik ini akan memperoleh gelar akademik.

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan. Pendidikan vokasi dapat dikembangkan oleh pemerintah sampai program magister terapan atau program doktor terapan. Mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan vokasi ini akan memperoleh gelar vokasi.

Selanjutnya bagaimana membedakan antara perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dengan yang vokasi. Kita telusuri terlebih dahulu bentuk-bentuk perguruan tinggi ya. Terdapat 6 (enam) bentuk perguruan tinggi yaitu:

  1. Universitas,
  2. Institut,
  3. Sekolah Tinggi,
  4. Politeknik,
  5. Akademi, dan
  6. Akademi Komunitas.

Universitas, institut, dan sekolah tinggi merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik, meskipun dapat pula menyelenggarakan pendidikan vokasi jika memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan pemerintah.

Politeknik, akademi, dan akademi komunitas merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi. Politeknik dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi mulai diploma tiga, diploma empat, magister terapan, dan bahkan doctor terapan. Akademi hanya dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi paling tinggi sampai diploma tiga, sedangkan akademi komunitas hanya dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi paling tinggi hingga jenjang diploma dua.

Bentuk Perguruan Tinggi

Berapa banyak perguruan tinggi yang berbentuk politeknik di Indonesia? Berdasarkan data dari Kemristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi), jumlah politeknik di Indonesia sebanyak 277 dari total 4.670 perguruan tinggi atau sekitar 5,93% saja.

Saat ini pemerintah telah mendorong perkembangan politeknik seperti yang diungkapkan oleh Menristekdikti dalam sebuah acara: “Supaya bisa memenuhi kebutuhan industri. Target kami semua lulusan harus punya sertifikat. Ijazah pasti. Karena akan menghadapi persaingan global. Negara bisa maju karena politeknik, negara mana pun didunia. Saya ingin menjadikan politeknik garis depan dalam perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Politeknik Menciptakan Kompetensi Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

Politeknik PASTI

Kalau diperhatikan tag line banner di atas yaitu: “Politeknik menciptakan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan industri”, maka bisa dipahami bersama bahwa tugas politeknik adalah menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan industri. Tag line POLITEKNIK PASTI ini merupakan kelanjutan dari SMK BISA.

Menurut Lestari (2018) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan vokasi di Inggris memadukan ilmu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills) dan sikap/tingkah laku (attitude and behaviour) untuk memenuhi standar kecakapan calon tenaga kerja. Hal ini dilakukan dengan memadukan keterampilan dasar (core skills/basic skills), keterampilan kerja (employability skills) dan keterampilan vokasi (vocational skills).

A Fullyskilld person

Hal ini sama dengan kurikulum pendidikan vokasi di Indonesia, hanya implementasi dari kurikulum ini di perguruan tinggi vokasi yang masih perlu banyak penyesuaian.

Menyimak gambar tersebut, maka harapan pemerintah, masyarakat, dan dunia kerja terhadap lulusan pendidikan vokasi, utamanya politeknik, yaitu lulusannya harus “a fully skilled person”. Jika harapan ini dapat dicapai maka perusahaan dan industri akan lebih prefer untuk mencari tenaga kerja dari lulusan politeknik dibandingkan lulusan dari perguruan tinggi akademik.

Politeknik NSC Surabaya telah membekali lulusan-lulusannya dengan core skill, employability skill, dan vocational skill. Setiap lulusan Politeknik NSC Surabaya selain memperoleh ijazah dan diploma supplement, juga memperoleh sertifikasi kompetensi atas skill yang dimilikinya dalam bentuk dokumen sertifikasi profesi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melihat positioning tersebut dan jika lulusan sekolah menengah ingin mempunyai value yang tinggi dalam dunia kerja maka pilihan utama untuk mencapai hal tersebut yaitu melanjutkan pendidikan ke politeknik, terkhusus Politeknik NSC Surabaya

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,662,458

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp