Berita

Politeknik NSC Surabaya Menyambut Baik Revitalisasi Pendidikan Tinggi Berbasis Kejuruan/Vokasi

     Revitalisasi pendidikan tinggi  yang dilakukan oleh pemerintah melalui KEMENRISTEKDIKTI belatar belakang pada sering terjadi ketidak selarasan antara kebutuhan industri akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, dengan lulusan yang dihasilkan oleh Pendidikan Tinggi (PT). Industri menganggap bahwa lulusan yang dihasilkan oleh PT selama ini tidak siap kerja. Perlahan kepentingan industri ini akan diselaraskan dengan PT, sehingga akan ada sinergi antara PT sebagai pemasok tenaga kerja, dengan industri sebagai pengguna tenaga kerja dalam membangun SDM yang kompeten dibidangnya.

     Lalu yang menjadi pertanyaan mengapa PT berbasis kejuruan/vokasi, yang didalam hal ini adalah PT berbentuk politeknik atau sejenisnya. Pada beberapa negara yang industrinya maju, sebut saja seperti Jerman, Belanda, Cina, dan Taiwan, negara-negara tersebut memiliki jumlah PT vokasi lebih banyak dibanding dengan PT akademis. Berbalik dengan proporsi jumlah PT yang ada di Indonesia yaitu 6 % PT vokasi dan 94% PT akademis. Vokasi adalah pendidikan yang didalam kurikulumnya memiliki proporsi bobot praktik dan teori 60:40, melalui jumlah praktik yang lebih banyak diharapkan menghasilkan SDM yang ahli dan kompeten dibidangnya dan sesuai dengan kebutuhan industri.

     Pada sudut pandang industri yang dilihat adalah bagaimana menghasilkan sebuah produk dengan nilai tambah yang tinggi, faktor biaya yang kompetitif, kreativitas, dan berujung pada ontime delivery, maka industri harus didiukung dengan SDM yang kompeten. Belajar pada negara-negara yang industrinya maju, SDM pekerja dihasilkan dari pendidikan terapan/vokasi yang bekerja sama dengan industri. Pendidikan vokasi harus menerapkan dual system, yaitu menggabungkan sistem pendidikan di kampus dan pendidikan di industri. Mahasiswa memiliki porsi banyak untuk mendapatkan latihan kerja, tidak hanya di laboratorium, tetapi terjun langsung ke lapangan kerja sehingga dekat dengan industri dan mendapatkan culture dunia kerja.

     Politeknik NSC Surabaya terus berupaya untuk menyelaraskan kebutuhan industri dengan kegiatan pembelajaran dikampus. Upaya yang telah dilakukan dan terus akan disempurnakan adalah 1) merivisi kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri yang merujuk pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), dan melibatkan industri dalam mendefinisikan kurikulum program studi. 2) dosen pengajar yang tidak hanya dosen akademisi, melainkan juga melibatkan dosen praktisi (pelaku dunia industri) sehingga knowledge yang ada pada industri bisa dibawa kedalam kampus. 3) Membentuk Lembaga Sertifikai Profesi (LSP), karena kelak semua SDM industri harus tersetifikasi kompetensinya. 4) Menyiapkan dosen sebagai asesor kompetensi, terdapat 15 dosen tetap Politeknik NSC Surabaya yang adalah asesor kompetensi LSP.

     Tujuan yang ingin dicapai Politekinik NSC adalah 1. Semua lulusan Politeknik NSC Surabaya harus mendapat pekerjaan sesuai dengan kompetensinya 2. Terjadi pola yang kooperatif dengan industri, sehingga industri mendapatkan pasokan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan.  Negara yang industrinya maju, pasti tenaga kerjanya kompeten. Tenaga kerja yang kompeten dihasilkan dari pendidikan terapan atau vokasi yang bekerja sama dengan industri.  Jika anda ingin industri Indonesia maju dan anda ingin menjadi bagian di dalamnya. maka berkuliah pada pendidikan tinggi vokasi. VOKASI PASTI !

https://www.youtube.com/watch?v=BIyNRbfJ9YY

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,068,243

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp