Berita

Kerja Untuk Kuliah

Pemerataan untuk memperoleh pendidikan merupakan hak setiap anggota masyarakat. Kalimat ini sering kita dengar di berbagai macam media. Kalimat ini pula yang sering digunakan dalam kampanye pada waktu pemilihan umum dengan harapan agar mucul persepsi masyarakat bahwa ada yang memperhatikan dan bahkan berjanji untuk memberikan pemerataan pendidikan bagi mereka. Namun, setelah masa pemilihan umum usai, pemerataan pendidikan yang diharapkan tidak kunjung mereka rasakan. Saat ini pemerintah hanya memiliki program wajib belajar 9 (sembilan) tahun dan sekolah gratis sampai level sekolah menengah atas/kejuruan.

Bagaimana dengan kesempatan untuk memperoleh pendidikan di perguruan tinggi? Pemerintahpun telah berupaya dengan memberikan beberapa macam beasiswa misalnya dalam bentuk bidik misi, PPA, dan BBM. Adapula kontribusi dari beberapa perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat lain yang turut memberikan beasiswa meskipun jumlahnya terbatas. Muncul pertanyaan dari masyarakat, bagaimana peranan perguruan tinggi? Apakah perguruan tinggi juga memperhatikan dan mencarikan solusi terhadap pemerataan memperoleh pendidikan di perguruan tinggi, dan bukan hanya menerima uang beasiswa saja dari pemerintah dan atau institusi lain?

Banyak anak-anak kita yang sebenarnya memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bahkan orang tua mereka juga sangat mengharapkan anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun apa daya keluarga masih berada dalam keadaan berusaha untuk mencukupkan kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut maka dapat diidentifikasi adanya 2 (dua) masalah utama yaitu bagaimana anak-anak dapat membantu ekonomi keluarga dan juga dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Solusi yang paling memungkinkan untuk mengatasi kedua masalah tersebut adalah dengan cara anak-anak setelah tamat SMA/SMK/MA mencari pekerjaaan, sehingga setelah memperoleh pekerjaan mereka akan memiliki penghasilan untuk membantu ekonomi keluarga dan juga untuk membiayai kuliah di perguruan tinggi. Konsekuensi yang harus mereka hadapi adalah mereka akan bekerja sambil kuliah, hal ini membutuhkan manajemen waktu yang baik dengan didukung oleh perusahaan tempat mereka bekerja dan perguruan tinggi tempat mereka kuliah. Namun, bukanlah hal yang mudah untuk memperoleh pekerjaan yang diinginkan.

Berdasarkan hal-hal tersebut, Politeknik NSC Surabaya memandang sangat penting untuk mengambil peran dalam memfasilitasi kebutuhan anak-anak tersebut dengan cara membantu mencarikan pekerjaan dan mendukung mereka untuk kuliah di Politeknik NSC Surabaya. Untuk mempermudah proses pencarian pekerjaan, Politeknik NSC membentuk satu unit kerja bernama Human Development and Recruitment Services (Huders) yang bertanggung jawab untuk mencarikan pekerjaan bagi mahasiswa baru NSC.

huders

Penyaluran kerja oleh Huders ini telah dilaksanakan sejak tahun 2011 hingga sekarang dan telah menyalurkan banyak mahasiswa baru ke perusahaan-perusahaan. Sebelum mahasiswa disalurkan kerja, mahasiswa harus mengikuti pelatihan Personality Development dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berpenampilan, memahami etik kerja, dan bagaimana menghadapai seleksi wawancara di perusahaan. Pelatihan personality development sudah terselenggara sampai angkatan XXVII. Keberadaan Huders pun telah dimanfaatkan masyarakat yang ingin dicarikan kerja meskipun belum ingin kuliah.

Sebagian besar mahasiswa NSC saat ini bekerja sambil kuliah. Mereka bekerja dari pagi hingga sore hari, dan kuliah pada malam harinya. Semoga perjuangan mereka untuk membantu ekonomi keluarga dan sekaligus menjalani kuliah di NSC dapat dirasakan manfaatnya bagi mereka sendiri, keluarga, perusahaan, dan almamaternya. Semoga mereka menjadi orang-orang yang sukses dan bermanfaat. Aamiin

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,140,314

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp