Berita

INDUSTRI PERHOTELAN SEBAGAI PENYOKONG PERTUMBUHAN PARIWISATA

     Dunia pariwisata akhir ini cenderung mendapat perhatian yang lebih. Pemerintah menetapkan pariwisata sebagai salah satu dari lima sektor unggulan dan memberikan anggaran belanja yang naik cukup signifikan. Sejalan dengan itu, terbukti dalam beberapa tahun terakhir, industri pariwisata selalu menempati urutan ke-4 atau ke-5 penghasil devisa bagi negara.

     Pembinaan produk wisata merupakan usaha terus menerus untuk meningkatkan mutu maupun pelayanan dari berbagai unsur produk wisata itu; jasa penginapan, jasa angkutan wisata, jasa hiburan, makanan, jasa tur dan sebagainya. Pembinaan tersebut dapat berupa berbagai kombinasi usaha-usaha seperti pendidikan dan latihan, pengaturan/pengarahan pemerintah, pemberian rangsangan, ataupun terciptanya kondisi iklim persaingan yang sehat yang mendorong peningkatan mutu produk dan layanan. Jadi dapat disimpulkan salah satu penyokong pertumbuhan dunia pariwisata adalah industri perhotelan.

     Hotel merupakan suatu industri atau usaha jasa yang dikelola secara komersial. Produk jasa yang disediakan hotel umumnya terdiri dari dua bentuk yaitu produk nyata (tangible product) yang meliputi fasilitas hotel seperti kamar tidur, restoran, bar, swimming poll, coffee shop, binatu/laundry dan lain sebagainya. Produk tidak nyata (intangible product) yang meliputi pelayanan jasa seperti layanan makanan dan minuman, layanan kebersihan kamar, layanan kantor depan dan lain sebagainya. Tangible product lebih menekankan kepada penyediaan sarana dan prasarana pendukung (fasilitas fisik hotel), sedang intangible product lebih menekankan pada penyelenggaraan layanan jasa yang dilakukan oleh petugas-petugas atau pegawai hotel kepada tamu.

     Salah satu pelayanan jasa yang diberikan oleh hotel adalah pelayanan makanan dan minuman, atau dalam dunia perhotelan sering disebut food & beverage service. Materi food & beverage service adalah materi mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa prodi perhotelan Politeknik NSC. Dalam kegiatan workshop yang diadakan oleh mahasiwa/i prodi perhotelan pada Rabu 29 Juni 2016 di Kampus Politeknik NSC Surabaya,  mendapat evaluasi dan masukkan dari Bapak Didik Sakti selaku General Manager Hotel 88 Surabaya, tentang praktikum food & beverage service antara lain:

  1. Harus ada bumbu, chit-chat (obrolan) kepada customer
  2. Harus ada “checking this satisfaction”, maksudnya kepuasan customer adalah hal yang paling utama. Sehingga waiter atau waitress wajib menanyakan
  3. Tusuk gigi wajib diberikan setelah maincourse. Mengingat budaya makan masyarakat Indonesia yaitu menggunakan tusuk gigi, setelah maincourse.

Menurut beliau “kita harus terus berbenah diri, mengingat industri hotel adalah industri yang dinamis” tambahnya

     Perlu diketahui bahwa workshop adalah rangkaian matakuliah praktikum dimana mahasiswa diberikan tugas untuk menjalankan dan mengatur sebuah hotel mini dengan memanfaatkan semua laboratorium di prodi perhotelan Politeknik NSC Surabaya. Diharapkan melalui kegiatan ini mahasiswa dapat memiliki kompetensi yang sesuai dengan yang  diinginkan oleh hotel. Dengan keberadaan tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi yang baik dalam bidang perhotelan akan memberikan atau membawa keuntungan bagi pihak hotel dimana dengan demikian akan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumen itu sendiri.


 

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,068,156

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp