Berita

Analisis Pembiayaan Bank Syariah Dan Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus Pada Negara Iran Dan Indonesia

Penulis : Hajar Cherry Puspalillah, S.AB., M.AB

Dosen Program Studi Administrasi Niaga Politeknik NSC Surabaya

Penelitian yang dilakukan oleh Gudarzi Farahani, Yazdan1 and Sadr, Seyed Mohammad Hossein (2012) berjudul “Analysis of Islamic Bank’s Financing and Economic Growth: Case Study Iran and Indonesia”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara perkembangan perbankan syariah dan pertumbuhan ekonomi di Iran dan Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. Hubungan antara pembiayaan syariah dan pertumbuhan ekonomi diuji dengan menggunakan data panel dari negara-negara Islam yang dipilih yaitu Iran dan Indonesia selama periode 2000: 1 - 2010: 4.

Dalam beberapa tahun terakhir, artikel dan kajian teoritis telah menyerukan untuk mempertimbangkan teori-teori ekonomi Islam sebagai solusi alternatif untuk sistem kapitalis saat ini. Banyak juga penelitian yang baik dan terorganisir menghormati sistem perbankan syariah yang mencoba untuk memperjelas efek perbankan syariah pada pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan efek dari perbankan konvensional di atasnya. IMF juga telah merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa perbankan syariah adalah salah satu sektor yang paling cepat berkembang di industri keuangan dengan pertumbuhan sebesar 10-15% selama dekade terakhir. Secara global, aset perbankan syariah diperkirakan tumbuh sekitar 15% per tahun dari $ 1 triliun pada 2016.

Penelitian ini telah menemukan bahwa setidaknya ada tiga hubungan yang terjadi, yaitu:
1. Pembiayaan mendorong pertumbuhan ekonomi

2. Pertumbuhan ekonomi mendorong pembiayaan

3. Hubungan timbal balik di antara pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi

Penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan bank syariah memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan pendapatan di Iran dan Indonesia, sehingga dapat dikatakan bahwa pembiayaan jangka pendek bank syariah merupakan unsur penting bagi pembangunan ekonomi. Selanjutnya hasil dalam jangka panjang menunjukkan bahwa, pembiayaan bank syariah adalah berkorelasi positif dan signifikan dengan pertumbuhan ekonomi dan akumulasi modal di Iran dan Indonesia. Dalam hal ini, perbankan syariah telah terbukti efektif sebagai perantara keuangan yang memfasilitasi transmisi dana dari rumah tangga surplus untuk rumah tangga defisit. Selanjutnya, hasil menunjukkan keandalan dan kontribusi perbankan syariah ke sektor ekonomi riil Iran dan Indonesia secara khusus pada  pertumbuhan ekonomi dan akumulasi modal, sehingga perbaikan sistem bank syariah di negara-negara ini dapat bermanfaat bagi pembangunan ekonomi dan dalam jangka panjang  penting untuk kesejahteraan ekonomi.

Beberapa implikasi dari penelitian ini adalah:

Pertama, Pemerintah Indonesia harus terus mempromosikan perbankan syariah karena telah menunjukkan banyak manfaat dalam perekonomian. Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan target rasio aset perbankan syariah terhadap total aset perbankan yang akan dicapai pada tahun tertentu seperti yang dilakukan oleh negara Malaysia. Saat ini rasio adalah 2,8 % dan harus ditetapkan persentase yang lebih tinggi untuk membuat perbankan syariah lebih berdampak ke perekonomian. Maka dari itu, pemerintah perlu mendorong dan mempromosikan pembentukan bank syariah yang komersial, meningkatkan pengetahuan tentang perbankan syariah, dan mendorong bank syariah yang ada untuk membangun lebih banyak cabang. Selain itu, memungkinkan bank syariah asing untuk beroperasi di Iran dan Indonesia juga dapat membantu untuk mendorong inovasi industri perbankan syariah dalam negeri.

Kedua, jumlah bank syariah dan lembaga keuangan syariah yang semakin meningkat mengakibatkan kebutuhan akan tenaga kerja yang cukup untuk mengelola lembaga-lembaga ini. Ada kebutuhan untuk meninjau kembali peraturan yang berlaku dan pedoman yang ada sehingga bisa membawa bank syariah dalam negeri sejajar dengan perkembangan perbankan syariah di seluruh dunia. Misalnya, pengadilan harus memiliki unit khusus untuk menangani kasus-kasus hukum perbankan syariah.

Akhirnya, sebagai hubungan timbal balik antara perbankan syariah dan pertumbuhan ekonomi, perbankan syariah tidak akan dapat memberikan kontribusi sepenuhnya kepada pertumbuhan ekonomi jika perekonomian tidak tumbuh dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi yang positif akan membantu memacu pertumbuhan perbankan syariah lebih lanjut.

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,167,784

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp