Berita

PENTINGNYA LINKAGE PROGRAM ANTARA POLITEKNIK DAN DUNIA USAHA

Linkage program dapat diartikan sebagai program kerjasama antara 2 (dua) pihak dimana kerjasama tersebut bersifat saling menguntungkan. Dengan adanya linkage program maka akan menghasilkan sinergi yang kuat dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang bekerjasama. Kebanyakan ide munculnya linkage program disebabkan karena masing-masing pihak memiliki keterbatasan untuk mencapai tujuannya masing-masing, namun dengan adanya linkage program keterbatasan-keterbatasan itu bisa diatasi dan bahkan dapat menghasilkan sinergi dan percepatan pencapaian tujuan.

Salah satu contoh linkage program pada industri keuangan bank yaitu linkage program antara bank umum dan bank perkreditan rakyat dalam pemberdayaan keuangan Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM). Bank umum dan bank perkreditan rakyat sebagai lembaga keuangan memiliki fungsi intermediasi keuangan bagi masyarakat yaitu dalam bentuk menerima dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan kemudian menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Masyarakat yang dimaksud adalah seluruh lapisan masyarakat yang salah satunya adalah UMKM. Dalam menyalurkan kredit kepada UMKM, bank umum memiliki keterbatasan akses dan sumberdaya manusia yang bisa mengelola penyaluran kredit untuk UMKM padahal dilain sisi dana bank umum yang tersedia untuk disalurkan dalam bentuk kredit masih cukup banyak. Bank perkreditan rakyat memiliki akses dan sumberdaya yang cukup dalam berhubungan dengan UMKM namun disisi lain bank perkreditan rakyat memiliki keterbatasan modal atau dana yang tersedia untuk disalurkan dlam bentuk kredit. Berdasarkan hal tersebut maka linkage program antara bank umum dan bank perkreditan rakyat akan dapat menguntungkan kedua belah pihak dimana bank umum dapat menyalurkan kredit ke UMKM dengan bantuan bank perkreditan rakyat, dan bank perkreditan rakyat dapat mengatasi kekurangan modalnya. Manfaat paling tinggi tentunya akan dirasakan oleh UMKM karena dengan adanya linkage program ini maka penyaluran kredit dari lembaga keuangan menjadi lancar.

Bagaimana dengan linkage program pada lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi yang berbentuk politeknik?.
Politeknik merupakan salah satu bentuk perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang siap kerja pada dunia usaha dan industri. Usaha untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan menyusun kurikulum yang up todate dengan perkembangan kebutuhan skill pada dunia usaha dan industri. Proses pembelajaran dilakukan berbeda dengan proses yang dilakukan pada pendidikan akademis seperti universitas. Kalau di universitas proses pembelajaran yang diterapkan memiliki komposisi antara 60%-70% teori dan 30%-40% praktek, di politeknik memiliki komposisi 30%-40% teori dan 60%-70% praktek. Dengan komposisi tersebut maka diharapkan lulusan-lulusan politeknik akan lebih siap kerja dibandingkan dengan lulusan universitas. Sebagai sebuah perguruan tinggi, politeknik tidak hanya berkewajiban memberikan pendidikan dan keterampilan namun juga bertanggungjawab dalam penyaluran lulusan-lulusannya untuk memperoleh pekerjaan pada dunia usaha dan industri. Hal ini merupakan keterbatasan yang dimiliki oleh sebagian besar perguruan tinggi.

Dalam melakukan rekrutmen, dunia usaha dan industri sangat membutuhkan sumberdaya manusia yang telah memiliki skill yang uptodate sehingga perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya pendidikan dan pelatihan yang besar bagi calon-calon karyawannya. Pada kenyataannya banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam memperoleh pekerja dengan kualifikasi skill yang sesuai dengan kebutuhan pada saat rekrutmen, dan ini sangat menyita waktu dan butuh biaya yang besar. Hal ini merupakan keterbatasan yang dimiliki oleh dunia usaha dan industri.

Berdasarkan 2 (dua) kondisi tersebut maka sangat penting dan mendesak adanya kerjasama dalam bentuk linkage program antara politeknik dan dunia usaha dan industri. Di satu sisi politeknik memiliki keterbatasan dalam menyalurkan lulusannya untuk memperoleh pekerjaan, dan disisi lain dunia usaha emiliki keterbatasan dalam memperoleh tenaga kerja yang memiliki skill. Dengan adanya linkage program antara politeknik dan dunia usaha maka kedua pihak akan memperoleh keuntungan karena masing-masing dapat mencapai tujuannya dengan cara yang lebih baik. Jika linkage program ini berjlan dengan baik dan berkesinambungan maka yang akan memperoleh manfaat terbesar adalah mahasiswa atau lulusan yang telah memiliki skill.

Untuk itu, Politeknik NSC Surabaya telah menetapkan visinya yaitu menjadi mitra utama bisnis dalam pengembangan SDM profesi yang berkualitas dan berdaya saing global. Saat ini Politeknik NSC Surabaya telah bekerjasama dengan kurang lebih 150 (seratus lima puluh) perusahaan yang siap menerima mahasiswa atau lulusan Politeknik NSC untuk bekerja di perusahaan mereka. Keseriusan Politeknik NSC ini tercermin pada pengembangan struktur organisasi yang baru dimana mulai tahun akademik 2014/2015 telah dibentuk bagian kerjasama yang memiliki tugas utama untuk menyelenggarakan linkage program dengan perusahaan-perusahaan. Selain itu, untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, Politeknik NSC juga telah membentuk unit kerja/bisnis yang bernama HUDERS (Human Development and Reqruitment Services) yang memiliki tugas utama untuk menyalurkan calon tenaga kerja ke masyarakat.

eko linkage

Eko Tjiptojuwono, S.E., M.M.
Direktur

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,172,249

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp