Berita

Pentingnya Nilai Tukar Mata Uang Dalam Globalisasi Ekonomi

Menyimak uraian yang disampaikan oleh Rebbeca Nelson yang berjudul "Current Debates over Exchange Rates: Overview and Issues for Conggres" dalam Conggressional Reserve Services, 17 September, 2015, disampaikan bahwa nilai tukar mata uang suatu negara memiliki peranan yang sangat penting terutama dalam mempengaruhi perubahan perdagangan dan investasi internasional.
Nilai tukar merupakan perbandingan nilai mata uang suatu negera dibandingkan dengan negara lain, misal nilai tukar mata uang asing dibandingkan dengan mata uang rupiah. Jika nilai mata uang rupiah mengalami penurunan dibandingkan dengan nilai mata uang negara lain, itu berarti bahwa untuk memperoleh satu satuan mata uang asing akan membutuhkan lebih banyak rupiah dibandingkan sebelumnya. Begitu pula sebaliknya, jika nilai mata uang rupiah mengalami kenaikan maka akan dibutuhkan lebih sedikit mata uang rupiah untuk memperoleh mata uang asing lainnya. Nilai mata uang suatu negara bisa naik dan turun karena adanya hukum permintaan dan penawaran. Jika permintaan suatu mata uang mengalami kenaikan, maka nilai mata uang itu akan naik, dengan asumsi jumlah uang yang tersedia (penawaran) tetap atau menurun. Jika permintaan suatu mata uang mengalami penurunan sedangkan jumlah penawaran tetap atau bahkan bertambah, maka akan mengakibatkan penurunan nilai mata uang yang bersangkutan. Apa yang mempengaruhi naik turunnya permintaan suatu mata uang? Secara garis besar permintaan suatu mata uang dipengaruhi oleh 3 (tiga) motif, yaitu motif untuk bertransaksi (transaction motives), motif berjaga-jaga (precautionary motives), dan motif untuk spekulasi (speculative motives).
Berdasarkan beberapa penelitian, diantaranya yang dilakukan oleh Li, Y.A, J.J. Xu, dan C.C. Zhao (2015) ditemukan bahwa perubahan nilai tukar mata uang akan mempengaruhi perdagangan internasional dalam jangka panjang, bukan dalam jangka pendek. Besarnya pengaruh tersebut tergantung pada rejim nilai tukar yang digunakan suatu negara.
Peneliti lain yaitu Thorbecke, W dan A. Kato (2012) menemukan bahwa penurunan nilai mata uang suatu negara dapat meningkatkan ekspor negara yang bersangkutan terutama ekspor barang-barang konsumsi.
Bagaimana implikasinya di Indonesia? Jika nilai mata uang rupiah mengalami penurunan (depresiasi) dibandingkan dengan mata uang asing maka dalam jangka panjang akan meningkatkan nilai ekspor barang dan jasa dari Indonesia ke luar negeri dan akan menurunkan impor dari negara lain. Sebaliknya jika nilai mata uang rupiah mengalami kenaikan (apresiasi) dibandingkan dengan mata uang negara lain maka dalam jangka panjang akan menurunkan ekspor dan meningkatkan impor. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang seberapa besar elastisitas perubahan nilai mata uang rupiah terhadap perubahan ekspor dan impor di Indonesia.

Source:

1. Rebecca Nelson, 2015, "Current Debates over Exchange Rates: Overview and Issues for Conggres"

2. Li, Y.A, J.J. Xu, and C.C. Zhao, 2015, "Import response to exchange rate fluctuations: A micro-level investigation"

3. Thorbecke, W and A. Kato, 2012, "The Effect of Exchange Rate Changes on Germany's Exports"

Penulis

eko4

Eko Tjiptojuwono, S.E., M.M
Dosen Pengampu Mata Kuliah Administrasi Ekspor Impor pada Program Studi Administrasi Niaga
Politeknik NSC Surabaya

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 32,926,080

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp