Berita

KUNJUNGAN INDUSTRI MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER KE JAWA POS SURABAYA

Mengawali tahun 2016 tepatnya Pada tanggal 15 Januari jam 13.00 Mahasiswa Teknik Komputer Politeknik NSC Surabaya melakukan kunjungan industri ke Jawa Pos di Jl. Ahmad yani no. 88 Surabaya.

Tepat pukul 13.00 kami dipersilahkan masuk ke ruang redaksi. Kantor berbentuk lingkaran itu hanya terdiri satu ruangan dengan dua lantai. Dalam ruangan itu di bagi menjadi beberapa kelompok dengan sekat-sekat seukuran 150 m, jadi setiap kelompok membawahi tema berita tertentu, misalkan sportainment berada dalam satu kelompok, metropolis satu kelompok, demikian seterusnya. Ruangan itu memang dibuat terbuka dengan tempat duduk dan meja sama meski statusnya beda, hal ini dilakukan agar tidak ada perbedaan antara wartawan senior dan junior. Di tengah ruangan terdapat meja melingkar yang biasa digunakan untuk meeting redaksi dan menerima tamu. Tepat di sebelah kiri terdapat tv besar dan diatas tv besar itu terdapat sekitar 10 tv, sebanyak channel TV nasional yang ada di Indonesia. . Dan desain kantor dengan ruangan terbuka ini dinobatkan menjadi ruangan terbaik redaksi dunia versi WAN INFRA.

Kami disambut wartawan senior, pak Baskoro, kepala editor sportainment. Di awal perkenalan dia memaparkan sejarah Jawa Pos, dan dikenalkan tempat-tempat kerja wartawan dan redaktur , semisal para wartawan dan redaktur metropolis, desain grafis, mereka berkumpul sesuai dengan spesikasinya.


Di kantor redaksi pada pagi dan siang hari akan terlihat sepi. kantor baru ramai sekitar sore,

Pukul 16.00 — wartawan metropolis sudah mulai ngantor, karena memang mereka mencari berita hanya di sekitar Surabaya saja
Pukul 17.00 — wartawan olah raga/ sportainment Dan di susul dengan wartawan berita yang lain
Pukul 21.00 — proses cetak metropolis
Pukul 23.30 —- cetak sportainment/ nasional / internasional


Jawa Pos mempunyai motto selalu ada yang baru sehingga dari tahun pertahun selalu ada sajian berita yang beda di koran Jawa Pos. Dalam menulis berita Wartawan Jawa pos sudah mulai meninggalkan 5WIH di paragraph awal penulisan berita. mereka mempunyai filosofis Bahasa seret, yaitu diharapkan ketika membaca paragraf awal dari sebuah berita, pembaca penasaran untuk melanjutkan ke paragraf berikutnya.
Pangsa pasar jawa pos hampir ke semua lapisan, karena itu Bahasa jawa pos 25% upper class, 50 % middle class, dan 25 % lower Class.

Setelah itu kami kembali ke ruang meeting di sebelah. Di sanalah kami mulai dijelaskan lebih detail mengenai pencarian berita sampai sebuah berita itu bisa dinikmati oleh khalayak.


Berikut mekanisme pembuatan berita dari mentah sampai bisa dilempar di pasar
Wartawan —- > Redaktur —- > copy redaktur —– > layout —- > cetak

Wartawan, dalam hal ini adalah bertugas mencari berita sebanyak-banyak dari sisi yang berbeda.Bisa saja satu berita akan ditulis dengan lebih dari satu, baru kemudian diajukan ke redaktur. Di redaktur akan dicari berita dengan angle yang unik, dan layak. Pencarian berita tidak hanya dilapangan, tetapi juga dengan membeli dari kantor berita lain. Pembelian berita biasanya kejadian-kejadian yang ada di luar negeri, karena Jawa Pos tidak mengirim wartawannya untuk stand by di negara tertentu, wartawan Jawa Pos akan dikirim keluar negeri jika ada event besar di sana, seperti Asian games, perebutan piala dunia, piala Thomas, euro, final liga champions dan lain-lain. Lalu di mana Jawa Pos membeli berita?? Jawa Pos membeli berita dari WIRE/ kantor berita seperti AFP, Reuters, AP, EPa. Dalam situs-situs tersebut terdapat berita dan juga foto yang beresolusi tinggi. Pembelian berita-berita tersebut dalam satu bulan bisa mencapai 90 juta. Dan tentu saja berita itu tidak serta merta langsung disuguhkan ke pembaca, tetapi diolah agar bahasanya lebih dekat dan mudah dipahami pembaca Jawa Pos, karena biasanya berita yang ada di WIRE cenderung kaku dan hanya berita to the point plus kutipan-kutipan.

Redaktur — kalau dalam dunia kepenulisan redaktur ini spserti editor dalam dunia penerbitan. redaktur inilah yang memutuskan mana berita yang layak dan tidak layak. Redaktur akan mencari angle yang unik agar berita itu menarik dan memang benar-benar dibutuhkan oleh pembaca. Redaktur akan memasak berita itu sehingga bisa dinikmati dengan enak oleh pembaca.

Copy Editor —– copy editor ini hanya bertugas melihat tata bahasanya saja, sudah sesuai EYD, mudah dipahamikah? tetapi tidak berhak mengubah isi. Jika ingin mengubah berita maka harus memberikan catatan-catatan/ alasan mengapa berita ini harus diubah.

Lay out —- tentu saja semua tahu, Lay outer ini bertugas mengatur agar setiap halaman bisa enak dilihat, pada porsi seberapa harus dipasang foto, dan tulisan. Di layout ini ada 2, desainer dan grafis. Kalau desainer bertugas mengatur tata letak perhalaman koran, kalau grafis hanya berhubungan dengan tabel-tabel yang disajikan dalam sebuah berita.
Sesudah di lay out, barulah naik cetak.
Proses cetak di jawa pos biasanya pada jam 23.30. lalu bagaimana jika ada pertandingan bola yang berlangsung sampai diatas jam 23.30, biasanya pihak sportainnment meminta tangguh setengah jam, lalu bagaimana cara menuliskannya? maka biasanya wartawan menulis 2 opsi, apa yang terjadi jika menang, dan apa yang terjadi jika kalah. Berdasarkan feeling gitu deh.
lalu bagaimana jika ada kejadian besar yang terjadi di atas jam 23.00, maka ada dua option yaitu stop press ( menghentikan pencetakan), dan menunggu disisipkan berita tersebut, atau meninggalkan berita itu begitu saja.
Nah adakah kolom koran Jawa Pos yang ditulis oleh penulis? tentu saja ada, diantara kolom :

1.    Opini ( 3 hal, font 14 new roman)
2.    Ruang putih
3.    Resensi
4.    Cerpen
5.    Travelling (hanya dapat marchendise)

Tips menembus jawa Pos
Setiap hari Jawa pos menerima ratusan bahkan ribuan tulisan kiriman pembaca. Apalagi email jawa pos ini terpusat di editor@jawapos.com karena itu tidak mungkin redaktur membacanya satu persatu. Ada beberapa hal yang membuat redaktur melirik tulisan kita.
1.    Tulisan terkait dengan isu-isu yang muncul pada hari itu, atau seminggu sebelumnya
2.    Judul yang ada di email harus menarik
3.    Alinea pertama dalam tulisan kita
Biasanya jika redaktur tidak menemukan ke3 hal dalam kiriman tulisan pada hari itu, maka redaktur akan mencari penulis yang mempunyai nama/ sudah terkenal.

 

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,065,633

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp