Berita

STANDAR KOMPETENSI DESAINER GRAFIS

Berdasarkan keputusan menteri tenaga kerja dan transmigrasi Republik Indonesia Nomor : KEP.109/MEN/VI/2010 yang tertuang dalam lampirannya. Menyatakan bahwa desain grafis merupakan bidang profesi yang berkembang pesak sejak revolusi industri yang terjadi pada abad ke-19, saat dimana informasi melalui media cetak makin luas digunakan dalam perdagangan (seperti: poster dan kemasan), penerbitan koran (seperti: koran, buku dan majalah) dan informasi seni budaya. Perkembangan pada bidang desain grafis ini erat kaitannya dengan adanya peningkatan kesadaran akan manfaat yang dirasakan dari kejituan penyampaian informasi pada masyarakat melalui media grafis.


Berikutnya dijelaskan bahwa kata desain memiliki arti merancang atau merencanakan. Kata grafis sendiri mengandung dua pengertian: (1) Graphien (dalam bahasa Latin yang artinya garis, marka) yang kemudian menjadi Graphic Arts atau komunikasi grafis, (2) Graphise Vakken (dalam bahasa Belanda yang artiya pekerjaan cetak) yang di Indonesia menjadi Grafika, dan diartikan sebagai percetakan.
Sehingga desain grafis dapat diartikan sebagai pekerjaan dalam bidang komunikasi visual yang berhubungan dengan grafika (cetakan) dan/atau pada bidang dua dimensi, dn statis(tidak bergerak dan bukan time-based image). Sehingga secara khusus desain grafis adalah keahlian menyusun dan merancang unsur visual menjadi informasi yang dimengerti publik/masyarakat. Bidang profesi Desain Grafis menangani konsep komunikasi grafis, merancang dan meyelaraskan unsur yang ditampilkan dalam desain (huruf, gambar, dan atau foto, elemen grafis, warna) sesuai dengan tujuan komunikasi, dan mengawasi produksi (CETAK). Dalam kerjanya, desainer grafis memberi brief dan pengarahan pada ilustrator atau fotografer, agar hasil yang diperoleh sesuai dengan rancangan desainnya.

Bidang profesi Desain Grafis meliputi kegiatan penunjang dalam kegiatan penerbitan (publishing house), media massa cetak koran dan majalah, dan biro grafis (graphic house, graphic boutique, production house). Selain itu desain grafis juga menjadi penunjang pada industri non-komunikasi (lembaga swasta/pemerintah, pariwisata, hotel, pabrik/manufaktur, usaha dagang) sebagai inhouse graphics di departemen promosi ataupun tenaga grafis pada departemen hubungan masyarakat perusahaan.

Bidang desain grafis merupakan bagian dari ilmu seni rupa yang dimanfaatkan untuk berkomunikasi. Karena itu ada beberapa hal yang diprasyaratkan bagi yang akan bekerja dalam bidang profesi ini menyangkut: wawasan, keterampilan, kepekaan dan kreativitas. Dalam bidang kompetensi Desain Grafis hal yang harus dikuasai sebagai prakondisi sebelum bekerja adalah :

Sikap Kerja (Attitude)
Bekerja sebagai penunjang bidang komunikasi membutuhkan manusia yang sadar akan tugasnya sebagai pengantar pesan/informasi. Pada tingkat mula telah disadarkan akan tugas pentingnya aspek informatif. Pada jenjang yang lebih tinggi dibutuhkan wawasan mengenai teori komunikasi untuk melakukan tugas yang lebih rumit dalam olah visualnya. Hal tersebut menyangkut pertimbangan tentang :
(a) Pesan/message (apa maksud informasi);
(b) Khalayak/audience (siapa masyarakat/pelihat yang dituju);
(c) Sasaran/objective (apa yang diharapkan setelah mendapat informasi).

Kerumitan ketiga aspek ini akan berkembang sejalan dengan makin kompleksnya masalah komunikasi yang dihadapi.

Pengetahuan, Keterampilan dan Kepekaan (Skill & Knowledge & Sensibility)
Dalam bidang desain grafis beberapa pengetahuan dasar kesenirupaan umum dan keterampilan/kepekaan khusus perlu diperoleh sebelum terjun ke lapangan kerja untuk menyamakan

    Pengetahuan, keterampilan dan kepekaan oleh unsur rupa/desain (garis, bidang, bentuk, tekstur, kontras, ruang, irama, warna, dan lain-lain) serta prinsip desain (harmoni, keseimbangan, irama, kontras, kedalaman, dan lain-lain). Untuk desain grafis disyaratkan penguasaan garida (grid system) dan kolom halaman.

  1. Pengetahuan warna (lingkaran warna, intensitas, analog, saturasi, kromatik, dan lain-lain) dan kepekaan warna, baik aditif (cahaya langsung) maupun subtraktif (pantulan/pigmen), pengetahuan warna monitor (RGB) dan warna untuk percetakan (CMYK, Spot Colour).
  2. Memiliki pengetahun dan keterampilan dalam oleh huruf/tipografi: keluarga huruf, ukuran huruf, bobot huruf, istilah dalam tipografi, keterampilan mengolah huruf secara manual (dengan tangan) maupun secara digital.
  3. Memiliki ketrampilan menggambar dan kepekaan pada unsur gambar (garis, bidang, warna, dan seterusnya).
  4. Memiliki pengetahuan dasar fotografi.

Kreativitas (Creativity)

Kemampuan kreatif merupakan kompetensi kunci dalam profesi ini. Bidang desain grafis menuntut hasil yang bukan hanya benar dan sesuai misi komunikasi, tetapi juga karya yang menampilkan keunikan dan kesegaran gagasan. Hal ini jadi penting karena: (a) pada dasarnya manusia selalu menuntut hal baru untuk menghindari kebosanan, (b) dalam era banjir informasi seperti yang kita alami saat ini (tiap orang menerima sedikitnya tujuh ribu informasi per hari) pesan yang tak unik/menarik akan hilang ditelan kegaduhan komunikasi. Dalam lingkup demikian kreativitas seorang ahli bidang ini dihargai.

 

Jenjang Kualifikasi Pekerjaan/Profesi Desainer Grafis Muda

Jenjang Kualifikasi Pekerjaan/Profesi Desainer Grafis Madya

Jenjang Kualifikasi Pekerjaan/Profesi Desainer Grafis Utama

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,195,565

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp