Berita

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (RASIO KEUANGAN)

Artikel Akuntansi. Kampus Politeknik NSC di Surabaya.
Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:

  • Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, karier
  • Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.
  • Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.
  • Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public.
  • Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.

 

Prosedur dalam analisis laporan keuangan

Sebagian besar tujuan umum dari analisis rasio keuangan keuangan adalah untuk menempatkan rasio tersebut sebagai petunjuk ataupun untuk menganalisis pengukuran kinerja perusahaan. Dengan adanya rasio keuangan perusahaan yang memiliki potensi financial distress sebagai awal dari kebangkrutan dapat diprediksi dengan mengamati buruknya rasio keuangan dari tahun ke tahun. Dengan demikian maka pemanfaatan rasio keuangan menjadi lebih luas, tidak hanya sekedar untuk menilai kesehatan perusahaan, tetapi juga untuk memperkirakan kemungkinan atas kebangkrutan dengan diawali oleh kondisis financial distress suatu perusahaan.

Analisis rasio keuangan juga merupakan salah satu alat yang digunakan dalam melakukan suatu penilaian terhadap kinerja perusahaan. Menurut Mohammad Muslich (2000 : 61), bahwa analisis perusahaan dengan menggunakan rasio keuangan memungkinkan bagi para pengguna untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan dengan cepat. Dengan menggunakan rasio keuangan juga memungkinkan untuk melihat perbandingan jalannya perusahaan dari waktu ke waktu serta mengidentifikasi perkembangannya.

Neraca

Lap.Laba/Rugi

a) Rasio Lancar
Tahun ke 5, Rasio lancar = Aset Lancar/Kewajiban Lancar
= 13.570.000/5.900.000
= 2,3

Tahun ke 4, Rasio lancar = Aset lancar/Kewajiban lancar
= 12.224.000/6.320.000
= 1,9

b) Rasio cepat
Tahun ke 5, Rasio Cepat = kas+setara kas+surat berharga+piutang/Kewajiban Lancar
= 1.610.000+4.075.000/5.900.000
= 0,96

Tahun ke 4, Rasio Cepat = kas+setara kas+surat berharga+piutang/Kewajiban Lancar
= 1.387.000+3669.000/6.320.000
= 0,8

Analisis :
a) perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya mempunyai current ratio berkisar 2. perusahaan LAKELAND mengalami peningkatan current ratio dari tahun 4 ke tahun 5 dikarenakan aset lancar bertambah dan kewajiban lancar menurun.

b) ARTINYA, SETIAP Rp 1 HUTANG DIJAMIN OLEH
Rp 1,4 AKTIVA LANCAR (Angka yang terlalu tinggi,mengindikasikan kelebihan kas atau piutang, dan angka Yang terlalu kecil menunjukan resiko likuiditas yg tinggi). pada perusahaan LAKELAND mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi dikarenakan qiuck ratio berada dibawah angka normal (1,5).

krido

(Krido Eko Cahyono,SE.,MM)

 


Komentar


Lowongan Kerja:

Politeknik NSC Surabaya


Anda pengunjung ke : 33,167,731

Daftar

Hubungi Kami
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Google+
  • WhatsApp